Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan klinik satelit di setiap sektor Makkah untuk mendukung pelayanan kesehatan cepat bagi jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan selama ibadah di Tanah Suci. Sistem rujukan ini bertingkat dari klinik sektor, KKHI Aziziyah, hingga RS Arab Saudi pastikan penanganan optimal sesuai kebijakan baru 1447 H/2026 M.
Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 Ihsan Faisal menjelaskan setiap sektor Makkah tersebut didukung 4-5 tenaga medis dokter dan perawat. "Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor," katanya di Makkah, Minggu (26 April 2026).
Klinik satelit ini berfungsi sebagai posko pertolongan pertama bagi jamaah sakit tanpa langsung rujuk yang lebih jauh. Jika kondisi membutuhkan penanganan spesialis, pasien segera dipindah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Aziziyah atau RS Arab Saudi terdekat. Adapun tenaga medis klinik satelit terpisah dari tim kloter yang melekat pada kelompok terbang.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo ungkap penyiapan 40 klinik di 10 sektor Makkah dan 5 klinik di 5 sektor Madinah ikuti regulasi Arab Saudi (1 klinik/5.000 jamaah). KKHI Makkah-Madinah didukung 200 tenaga kesehatan profesional.
"Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI ini, kami berharap pelayanan kesehatan bagi para jamaah haji semakin optimal," ujarnya.
Akurasi medis diperkuat pedoman rujukan berdasarkan tingkat keparahan (severity level) agar jamaah dapatkan pertolongan tepat sasaran. Distribusi obat-obatan terpusat dari KKHI langsung ke tim kloter di hotel masing-masing. Mutu layanan diawasi Saudi German Hospital sebagai penyedia swasta terakreditasi sesuai mandat pemerintah Saudi.
Sistem kesehatan terintegrasi ini antisipasi lonjakan kebutuhan medis selama puncak haji. Koordinasi PPIH, KKHI, dan tim kloter pastikan jamaah dapat fokus ibadah tanpa khawatir akses kesehatan. Penempatan klinik satelit strategis dekat hotel jamaah meminimalkan waktu respons darurat medis di kota suci yang padat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































