KNEKS Ungkap Peta Jalan Untuk Dorong Bank Syariah Besar Baru

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengungkapkan jalan tempuh terbaik untuk menumbuhkan market share perbankan syariah Indonesia yang masih mini. Adapun saat ini market share perbankan syariah berkisar 7,5%.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat mengatakan harus ada satu direktur khusus yang mengurus unit usaha syariah (UUS) suatu perbankan. Direktur itu kemudian yang bertanggung jawab untuk mengembangkan UUS sehingga dapat melakukan pelepasan (spin off) menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

"Untuk jadi corporate action [spin off], mesti ada satu direktur khusus untuk syariah. Kenapa? Kalau dia jadi direktur khusus syariah, ada KPI-nya. Dan dia harus numbuhin, harus gedein. Dan dia punya unit sendiri, dengan perangkat yang lengkap juga. Sehingga dia bisa mencapai ukuran tertentu," terang Emir saat media briefing di Kantor Pusat Bank Jago, dikutip Senin (9/3/2026).

Menurutnya, cara ini lebih baik daripada ketentuan wajib spin off yang cenderung dihindari oleh para bank-bank yang memiliki UUS.

"Daripada sebagian sekarang nih, karena takut wajib spin off, nahan, nggak mau tumbuh. Ditahan ama dia. Entar kalau sampai Rp50 triliun ntar wajib spin off. Stop, stop, stop," tutur Emir.

Ia menyebut kewajiban spin off UUS bank adalah diskursus yang panjang. Dahulu, aturan perundang-undangan mewajibkan spin off UUS setelah berdiri 15 tahun yang disebutnya tidak memiliki dasar akademik yang kuat.

Saat ini ketentuan spin off diatur oleh Peraturan OJK (POJK) No.12/2023 tentang Unit Usaha Syariah. Di dalamnya, OJK mewajibkan UUS dengan nilai aset telah mencapai 50% dari total aset induknya dan/atau memiliki aset minimal Rp50 triliun untuk spin off. POJK tersebut merupakan turunan dari Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Emir mengatakan bahwa dahulu kajian KNEKS menilai pelaksanaan spin-off justru akan melahirkan bank-bank kecil. Maka, konsolidasi harus ditempuh untuk dapat bertumbuh.

"Dan kita udah melihat bahwa size really matters," kata Emir.

Ia merujuk pada pembentukan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) melalui merger tiga UUS milik tiga bank himpunan bank milik negara (Himbara). Emir mengakui terbentuknya BSI menjadi bank KBMI III memberikan ruang bisnis yang lebih besar serta pertumbuhan yang lebih cepat.

Maka dari itu, Emir berpendapat corporate action berupa spin off hanya dapat dilakukan bagi UUS yang sudah siap.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|