Konsumen Eropa Mulai Tinggalkan Mobil Bensin

4 hours ago 1

Jumali

Jumali Kamis, 21 Mei 2026 18:17 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Eropa mulai mengubah pola konsumsi masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Di tengah harga minyak dunia yang menembus lebih dari US$100 per barel akibat konflik Iran, permintaan mobil listrik di sejumlah negara Eropa justru melonjak tajam dan disebut menjadi titik balik baru industri otomotif global.

Perubahan ini tidak hanya terjadi pada mobil listrik baru, tetapi juga kendaraan listrik bekas yang kini semakin diburu konsumen. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat mulai melihat mobil listrik bukan lagi sebagai kendaraan premium, melainkan solusi untuk menekan biaya transportasi harian saat harga BBM terus naik.

Octopus Electric Vehicles mencatat permintaan mobil listrik baru meningkat 95% secara tahunan pada April 2026. Sementara itu, permintaan kendaraan listrik bekas melonjak hingga 160%.

CEO Octopus Electric Vehicles, Gurjeet Grewal, menyebut kondisi ini bukan sekadar tren sementara. “Ini bukan sekadar lonjakan sesaat, tetapi titik balik,” ujarnya dikutip dari Reuters, Kamis (21/5/2026).

Kenaikan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik juga tercermin dari data registrasi kendaraan di berbagai negara Eropa. Kelompok riset New Automotive bersama E-Mobility Europe mencatat registrasi mobil listrik baru di 16 pasar utama Eropa naik 34% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan tidak hanya terjadi di negara yang sejak lama agresif mengembangkan kendaraan listrik seperti Denmark dan Belanda, tetapi juga mulai terlihat di negara-negara dengan penetrasi kendaraan listrik yang sebelumnya masih rendah, termasuk Italia.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa tekanan harga energi kini menjadi faktor yang lebih kuat dalam mendorong adopsi kendaraan listrik dibanding sekadar kampanye lingkungan atau kebijakan transisi energi.

Volvo juga merasakan dampak langsung perubahan pasar tersebut. Chief Commercial Officer Volvo, Erik Severinson, mengatakan permintaan terhadap SUV listrik entry-level EX30 meningkat signifikan, terutama dari konsumen yang sensitif terhadap kenaikan harga BBM.

“Kami juga melihat peningkatan minat konsumen terhadap mobil listrik penuh bahkan di pasar Eropa Selatan yang penetrasi kendaraan listriknya masih rendah,” ujarnya.

Situasi serupa dialami Renault. Perusahaan tersebut melaporkan sekitar 50% registrasi kendaraan Renault di Inggris pada April 2026 berasal dari mobil listrik.

Pencarian daring terkait lini kendaraan listrik Renault juga melonjak 48% sejak konflik Iran mulai memengaruhi pasar energi global. Managing Director Renault UK, Adam Wood, menyebut perubahan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terjadi sangat cepat dalam beberapa pekan terakhir.

Data dari platform jual beli kendaraan asal Jerman, Carwow, turut menunjukkan perubahan besar perilaku konsumen. Permintaan pencarian mobil listrik meningkat dari sekitar 40% menjadi 75% dari total pencarian kendaraan sejak konflik berlangsung. Sebaliknya, minat terhadap mobil bensin dan diesel mengalami penurunan signifikan.

Perubahan ini mulai memunculkan tekanan baru bagi produsen otomotif global yang sebelumnya menghadapi perlambatan permintaan kendaraan listrik. Kini, sejumlah pabrikan justru harus mempersiapkan peningkatan produksi untuk memenuhi lonjakan pasar.

Bagi pasar Indonesia, tren tersebut dinilai bisa menjadi gambaran awal perubahan perilaku konsumen di masa mendatang, terutama jika harga energi global terus mengalami gejolak. Meski subsidi BBM masih menahan dampak langsung di dalam negeri, tekanan harga energi dunia berpotensi memengaruhi biaya transportasi dan arah industri otomotif nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Di tengah percepatan transisi kendaraan listrik global, pembangunan infrastruktur pengisian daya hingga kebijakan insentif kendaraan listrik diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan kesiapan pasar Indonesia menghadapi perubahan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|