Polisi melakukan pembinaan kepada sekelompok remaja agar tidak melakukan perang sarung (ilustrasi). Menurut KPAI, fenomena perang sarung adalah sinyal darurat dari krisis ruang bermain, lemahnya pengawasan, dan gagalnya lingkungan memfasilitasi energi anak-anak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam Ramadhan yang seharusnya teduh dengan tadarus dan istirahat, belakangan kerap pecah oleh derap lari dan teriakan di sudut-sudut jalan. Fenomena perang sarung kini bukan lagi sekadar gurauan remaja pengisi waktu sahur, melainkan telah bergeser menjadi aksi kekerasan yang mengkhawatirkan.
Bagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), maraknya perang sarung pada bulan Ramadhan hanyalah puncak gunung es dari masalah yang jauh lebih dalam. Di balik aksi saling serang tersebut, tersimpan tumpukan persoalan mulai dari krisis ruang bermain yang aman, lemahnya pengawasan orang tua, hingga gagalnya lingkungan dalam memfasilitasi kebutuhan pemenuhan hak anak secara optimal.
"Fenomena perang sarung yang marak, bahkan hingga merenggut nyawa dan menyebabkan gegar otak bukanlah sekadar kenakalan remaja biasa. Ini adalah sinyal darurat dari krisis ruang bermain, lemahnya pengawasan, dan gagalnya lingkungan memfasilitasi energi anak-anak kita," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, perang sarung umumnya terjadi di perkampungan padat penduduk. "Pada saat lahan-lahan luas telah berubah menjadi pabrik atau area parkir, ruang gerak anak menjadi sangat sempit. Akibatnya, ketika Ramadhan tiba dan anak-anak memiliki alasan untuk keluar rumah pada malam hari, mereka berlari mencari ruang seluas-luasnya untuk berekspresi," kata Jasra Putra.
Dia menjelaskan, negara sebenarnya telah menjamin hak pemenuhan waktu luang anak yang tertuang pada Klaster 4 Pemenuhan Hak Anak dalam Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Namun implementasinya di lapangan masih membutuhkan dukungan anggaran dan rekayasa lingkungan yang sistematis.
Sebelumnya, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (1/3/2026), polisi membubarkan paksa sekelompok masyarakat yang melakukan perang sarung. Di Ponorogo, Jawa Timur, polisi melakukan razia di kawasan Alun-Alun Ponorogo untuk mencegah perang sarung dan balap liar.
sumber : Antara

2 hours ago
1















































