Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan saat menghadiri Krakatau Steel Goes to Campus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kota Serang, Senin (24/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) mendorong generasi muda memahami peran strategis logistik dalam rantai pasok dan perekonomian nasional. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan dalam Krakatau Steel Goes to Campus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kota Serang, Senin (24/8/2026). Akbar menjelaskan, logistik tidak hanya berkaitan dengan perpindahan barang, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok yang menciptakan nilai tambah serta turut memengaruhi harga produk dan jasa.
“Logistik bukan hanya soal bagaimana barang berpindah dari pabrik, gudang, hingga konsumen, tetapi bagaimana logistik memberikan value added dan menggerakkan perputaran ekonomi secara luas,” ujar Akbar dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Akbar mengatakan industri baja memiliki efek domino terhadap perekonomian karena melibatkan berbagai sektor pendukung, mulai dari transportasi, kepelabuhanan, vendor, hingga tenaga kerja.
Menurut dia, penguatan ekosistem industri baja dan logistik menjadi penting untuk mendorong industrialisasi serta meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Akbar juga mengajak generasi muda membangun budaya produktivitas dan efisiensi sejak dini, termasuk dalam mengelola waktu dan mengambil keputusan.
“Jangan sia-siakan waktu secara percuma. Setiap effort yang dikeluarkan harus sebanding dengan hasil yang diperoleh,” ujar Akbar yang juga menjabat Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) dan Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).
Sementara itu, Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengatakan kehadiran praktisi seperti Akbar Djohan memberikan tambahan wawasan kepada mahasiswa mengenai dunia industri dan logistik.
Krakatau Steel Group juga mendorong efisiensi dan keselamatan dalam rantai distribusi. Salah satunya melalui komitmen mendukung Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027 dengan memastikan pengangkutan produk menggunakan sarana transportasi sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Krakatau Steel mengembangkan alternatif konektivitas logistik melalui layanan Ro-Ro Vessel dari Pelabuhan Cigading menuju Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Layanan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan rantai distribusi dengan potensi efisiensi sekitar 10-12 persen.

1 hour ago
2
















































