Krisis Menggila, Raja HP Dunia Sudah Kehabisan Pasokan Chip

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia sedang menghadapi krisis kelangkaan chip memori. Fenomena ini disebabkan pesatnya pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang membuat produsen chip mengutamakan chip kapasitas tinggi (HBM) untuk AI.

Alhasil, produksi chip tradisional untuk berbagai perangkat elektronik konsumen seperti HP dan laptop dikesampingkan. Imbasnya sudah terasa, dengan lonjakan harga HP di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dalam situasi krisis dengan harga komponen melambung tinggi, Apple yang merupakan 'raja' HP nomor satu dunia, tiba-tiba meluncurkan MacBook Neo dengan harga murah US$599 (Rp10 jutaan). Bahkan, MacBook Neo merupakan laptop termurah yang pernah dirilis sang raksasa Cupertino.

Strategi Apple cukup cerdas, yakni menggunakan chip 'buangan' atau chip sisa A18 Pro yang diperuntukkan bagi iPhone 16 Pro keluaran 2024, menurut newsletter dari analis Tim Culpan. Dengan chip sisa tersebut, MacBook Neo bisa dijual dengan harga relatif murah.

Pasar merespons strategi Apple dengan suka cita. Penjualan MacBook Neo dilaporkan melampaui ekspektasi. Namun, hal ini lagi-lagi menciptakan dilema. Apple dilaporkan sudah kehabisan chip sisaan tersebut.

Dikutip dari Android Headlines, Rabu (8/4/2026), Apple hanya berencana memproduksi 5-6 juta unit MacBook Neo dengan chip buangan tersebut. Namun, permintaan pasar sudah melampaui target awal, sehingga suplai makin tiris.

Hasilnya, Apple dihadapkan pada dua pilihan sulit. Jika ingin terus memproduksi MacBook Neo, Apple kemungkinan harus memesan chip A18 Pro baru dari penyuplainya, TSMC. Namun, lini produksi chip 3nm TSMC saat ini dikatakan telah mencapai kapasitas maksimal.

Artinya, Apple perlu membayar lebih tinggi untuk memulai produksinya. Hal ini akan memangkas laba Apple dari penjualan MacBook Neo.

Solusi lain, Apple bisa menyetop opsi MacBook Neo termurah dengan harga US$599 dengan penyimpanan 256GB. Dengan begitu, Apple bisa terus menjual MacBook Neo, tetapi dengan varian penyimpanan 512GB untuk menanggulangi biaya chip baru yang lebih tinggi.

Ada juga opsi lain yang bisa dijadikan alternatif. Apple bisa membiarkan inventarisnya habis dan menunggu hingga pertengahan 2027 untuk merilis generasi terbaru MacBook Neo. Namun, hal ini akan membuat permintaan konsumen tak terpenuhi.

Alternatif keempat, Apple bisa meluncurkan penerus MacBook Neo dengan chip A19 Pro baru. Namun, biaya produksinya akan lebih tinggi dan kemungkinan membuat harga jual tak semenarik MacBook Neo saat ini.

Baru-baru ini CEO Tim Cook mencatat bahwa Mac mengalami "minggu peluncuran terbaik yang pernah ada untuk pelanggan baru."

Cook mengatakan MacBook Neo telah membawa orang-orang baru ke dalam ekosistem Apple. Terlepas apakah Apple memutuskan untuk menanggung biaya tambahan atau diam-diam menyesuaikan harga, MacBook Neo telah membuktikan bahwa ada minat yang sangat besar terhadap Mac dengan harga terjangkau. Sayangnya, Apple tampaknya tidak sepenuhnya siap menghadapi besarnya minat tersebut.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|