Newswire Rabu, 12 Agustus 2026 20:07 WIB

KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR. /Antara.
Harianjogja.com, MATARAM— KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar di perairan Selat Lombok, Rabu dini hari. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah kapal dan armada udara untuk membantu proses penyelamatan.
Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, ketika kebakaran terjadi. Proses evakuasi melibatkan Basarnas, TNI AL, Kepolisian, kapal penyeberangan, hingga nelayan yang berada di sekitar lokasi.
Berikut kronologi kebakaran hingga seluruh penumpang KMP Putri Yasmin berhasil dievakuasi.
Kronologi KMP Putri Yasmin Terbakar
04.15 WITA
KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar. Insiden terjadi di tengah perairan Selat Lombok.
04.39 WITA
Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai kebakaran kapal. Tim SAR kemudian mengerahkan personel dan armada untuk menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas dalam operasi tersebut.
"Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi," kata Hariyadi.
Tim SAR Mataram mengerahkan sejumlah armada, termasuk KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujarnya.
08.00 WITA
Basarnas Bali turut memperkuat operasi penyelamatan. KN SAR Arjuna diberangkatkan dari Pelabuhan Benoa dengan membawa 21 personel menuju lokasi kejadian.
09.50 WITA
Basarnas Bali mengerahkan helikopter SGi Air Bali menuju area pencarian untuk memperluas pemantauan dari udara.
Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya mengatakan pemantauan melalui udara diperlukan karena memiliki jangkauan pandang yang lebih luas.
“Heli SGi Air Bali take off pukul 09.50 WITA menuju search area. Lebih untuk pencarian via udara, karena dengan heli jangkauan pandang lebih luas, tetap untuk evakuasi dengan alut laut terdekat,” ujar Sidakarya di Denpasar.
106 Penumpang Dievakuasi
Proses evakuasi dilakukan menggunakan sejumlah armada. Seluruh 106 penumpang KMP Putri Yasmin akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa menuju dua pelabuhan di Bali dan Lombok.
Rinciannya sebagai berikut:
30 penumpang dievakuasi menggunakan KMP PortLink II menuju Pelabuhan Padangbai, Bali.
59 penumpang dievakuasi menggunakan KN SAR Arjuna menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
17 penumpang dievakuasi menggunakan kapal milik TNI AL menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
Dengan demikian, seluruh penumpang yang berada dalam manifes evakuasi berhasil diselamatkan.
Gubernur NTB Minta Evaluasi Keselamatan
Kebakaran KMP Putri Yasmin juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah daerah telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Ia juga telah meminta Kepala Dinas Perhubungan NTB menuju lokasi untuk menangani dan memantau perkembangan insiden.
"Kami sudah mendapat laporan. Insya Allah kami coba tangani. Pak Kadis Perhubungan sudah kami perintahkan menuju lokasi. Pak Menteri Perhubungan juga informasinya akan merapat dalam waktu dekat ke sana. Yang jelas ini jadi perhatian khusus," kata Iqbal.
Menurut Iqbal, kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola layanan penyeberangan. Ia menilai aspek keselamatan harus terus diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa.
"Intinya apapun yang terjadi hari ini menjadi pelajaran kita bersama untuk perbaikan bersama di masa mendatang," tegasnya.
Insiden KMP Putri Yasmin tersebut menjadi perhatian karena rute Lembar-Padangbai merupakan salah satu jalur penyeberangan penting yang menghubungkan Pulau Lombok dan Bali. Evaluasi terhadap aspek keselamatan kapal, kesiapan penanganan keadaan darurat, serta koordinasi antarpihak menjadi bagian penting setelah kejadian tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































