Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) berencana untuk membagikan dividen sebesar Rp703 miliar dari laba tahun buku 2024.
Hal ini sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa, (25/3/2025). Porsi pembayaran dividen tunai ini sekitar 50% dari laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 atau sebesar Rp703 miliar atau Rp703 per lembar saham.
"Pembayaran dividen ini akan dibayarkan pada tanggal 25 April 2025. Adira Finance secara konsisten terus memberikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham," sebagaimana disebutkan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis, (27/3/2025).
RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp14,1 miliar atau 1% dari laba bersih sebagai dana cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Sebagaimana diketahui, kinerja ADMF tertekan beban sepanjang tahun lalu.
Merujuk pada laporan keuangan terbaru dikutip dari keterbukaan informasi BEI, laba tahun berjalan emiten tersebut per Desember 2024 tercatat sebesar Rp1,4 triliun, turun 27,83% secara tahunan (yoy).
Dari sisi top line, perusahaan yang menawarkan pembiayaan di kredit kendaraan hingga pinjaman dana tunai ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp9,99 triliun. Capaian ini naik 5% dari tahun lalu sebesar Rp9,51 triliun.
Kenaikan pendapatan ADMF dikontribusi oleh pendapatan dari pembiayaan konsumen sebesar Rp6,19 triliun, marjin murabahah sebesar Rp1,56 triliun, sewa pembiayaan sebesar Rp266,45 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp1,95 triliun.
Kendati pendapatan perusahaan tumbuh, laba ADMF terhimpit total beban sebesar Rp8,24 triliun atau melesat 17,22% yoy.
Adapun pos beban yang mengalami kenaikan paling besar adalah bagi hasil sukuk mudharabah yang naik dari Rp29,98 miliar menjadi Rp61,57 miliar. Di luar itu, pos-pos lain seperti beban bunga & keuangan, penyisihan kerugian penurunan nilai hingga beban pemasaran juga kompak mengalami peningkatan.
Dari segi permodalan, per Desember 2024, perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp32,59 triliun. Hal ini naik dari periode 31 Desember 2023 dengan perolehan Rp31 triliun.
Adapun liabilitas dan ekuitas ADMF tercatat sebesar masing-masing Rp21,03 triliun dan Rp11,55 triliun.
Sementara itu pada perdagangan hari ini, saham ADMF mengalami koreksi 1,82% ke level Rp9.625. Adapun sepanjang tahun berjalan saham ADMF telah turun 4,06%.
Sebagai informasi, ADMF merupakan perusahaan yang berada di dalam grup MUFG. PT Bank Danamon Tbk, bank yang 92,47% sahamnya dimiliki oleh MUFG, tercatat menggenggam 92,07% saham ADMF.
(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: IHSG Hancur, Simak Prospek Dividen Bank Mandiri-Indosat
Next Article Video:Layani Kredit Hingga Pulau terpencil, Jurus Multifinance di 2025