Lebak produksi 992 ton komoditas ubi kayu dan jalar hingga Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK, – Kabupaten Lebak, Banten, berhasil memproduksi tanaman komoditas pertanian berupa ubi kayu dan ubi jalar sebanyak 992 ton dari total lahan seluas 305 hektare selama periode Januari hingga Juli 2026. Capaian produksi ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian lokal sebagai penggerak ekonomi daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyatakan bahwa saat ini tanaman ubi jalar dan ubi kayu telah menjadi andalan ekonomi bagi para petani. Komoditas ini mampu menggulirkan perputaran uang hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.
Pemerintah daerah, lanjut Rahmat, secara aktif mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan, mengingat ubi jalar dan ubi kayu merupakan makanan alternatif pengganti beras yang potensial.
Selain sebagai sumber pangan, kedua komoditas ini juga menjadi bahan baku utama bagi sentra kuliner makanan camilan. Hal ini mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis ubi di wilayah tersebut.
"Kami meyakini kehidupan ekonomi petani relatif sejahtera, terlebih harga ubi rata-rata Rp5.000 per kilogram," ujar Rahmat Yuniar menjelaskan.
Salah satu petani, Rusman (55) yang menggarap lahan di Blok Cileuweung, Rangkasbitung, membenarkan bahwa tanaman palawija jenis ubi menjadi sumber pendapatan ekonomi utamanya. Ia memanfaatkan lahan milik perusahaan pengembang yang belum digarap untuk pembangunan perumahan guna menanam jagung dan ubi.
"Kami mengembangkan pertanian ubi itu seluas dua hektare dan bisa menghasilkan pendapatan Rp40 juta per musim panen," kata Rusman menjelaskan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 weeks ago
53
















































