Libur Lebaran 2026, Prambanan Siap Tampung Lonjakan Wisatawan

8 hours ago 3

Harianjogja.com, SLEMAN — Lonjakan kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan saat libur Lebaran 2026 diprediksi kembali meningkat. Destinasi berbasis sejarah dan budaya ini tetap menjadi magnet utama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menghadapi potensi kepadatan tersebut, pengelola kawasan menyiapkan langkah operasional terintegrasi, mulai dari pengaturan arus pengunjung hingga peningkatan fasilitas pendukung guna menjaga kenyamanan wisatawan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama IDM, Joel Siahaan, menegaskan bahwa momentum Lebaran dimanfaatkan untuk memperkuat daya tarik wisata berbasis peradaban.

“Momentum Lebaran ini kami maksimalkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar kunjungan. Pengunjung bisa merasakan suasana, memahami nilai sejarah, hingga membawa pulang cerita dari setiap sudut candi,” ujarnya.

Kesiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi area utama hingga peningkatan koordinasi lintas sektor demi memastikan keamanan dan kenyamanan tetap terjaga.

Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati, menambahkan bahwa penguatan teknis difokuskan pada peningkatan kapasitas parkir hingga dua kali lipat serta pengaturan akses masuk guna mengantisipasi kemacetan di titik utama.

“Kami telah melakukan berbagai penyesuaian operasional, mulai dari penambahan kapasitas parkir hingga dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya mampu menampung sekitar 500 kendaraan. Selain itu, skema akses masuk juga kami siapkan mengingat potensi penumpukan di satu pintu utama,” jelasnya.

Selain infrastruktur, kesiapan petugas di lapangan juga diperkuat untuk menjaga ketertiban arus pengunjung, khususnya saat jam puncak kunjungan.

Di sisi lain, Direktur Komersial IDM, Gistang Penutur, mengungkapkan bahwa pengelola menghadirkan konsep tematik “Banyak Cerita Liburan di Candi” guna memperkaya pengalaman wisata.

“Kami ingin setiap wisatawan memiliki cerita yang berbeda ketika berkunjung ke Prambanan. Tidak hanya melihat candi, tetapi juga menikmati pertunjukan budaya, kuliner, hingga interaksi yang bisa dibagikan melalui media sosial,” katanya.

Konsep ini didukung beragam pertunjukan budaya seperti sendratari dan seni tradisional yang melibatkan komunitas lokal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, dengan mengangkat kisah-kisah klasik bernuansa historis.

Tak hanya itu, kehadiran kuliner khas daerah di kawasan wisata turut menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman liburan yang lebih lengkap.

Pengelola juga tetap mengedepankan nilai toleransi dengan menutup sementara kawasan Candi Prambanan saat Hari Raya Nyepi sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu.

Corporate Communication Manager InJourney, Pardika Dewi, menyebut momentum Lebaran menjadi peluang strategis bagi peningkatan trafik wisata domestik.

“InJourney sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata memandang momentum libur Lebaran sebagai peluang strategis untuk mendorong peningkatan trafik domestik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah turut memperpanjang periode mobilitas masyarakat, sehingga memberikan dampak positif bagi pergerakan wisatawan,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh lini dalam grup InJourney tetap beroperasi optimal selama periode libur guna memastikan pengalaman pengunjung tetap terjaga.

“Di saat masyarakat menikmati masa libur, InJourney Group justru bekerja penuh untuk memastikan setiap pengunjung memperoleh pengalaman yang berkesan dan bermakna, baik di bandara, destinasi wisata, retail, maupun hotel,” lanjutnya.

Untuk destinasi yang dikelola InJourney Destination Management seperti Prambanan, Ratu Boko, dan Borobudur, pihaknya memproyeksikan peningkatan kunjungan sekitar 4–5 persen selama periode Lebaran.

Dengan berbagai langkah tersebut, Candi Prambanan diyakini tetap menjadi salah satu destinasi unggulan, menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|