Libur Lebaran, Wisata Pantai Selatan Bantul Lesu

4 hours ago 2

Harianjogja.com, BANTUL - Libur Lebaran yang selama ini menjadi momentum panen rezeki bagi pelaku wisata di kawasan Pantai Selatan Bantul, tahun ini belum sepenuhnya berpihak. Hingga H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026), kunjungan wisatawan terpantau masih sepi.

Ketua Koperasi Wisata Mina Bahari 45 Pantai Depok, Sutarlan, mengungkapkan tren penurunan kunjungan wisatawan sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya saat momentum Lebaran.

“Libur Lebaran tahun 2024 mulai terlihat menurun dan pada Lebaran tahun 2025 terus menurun bahkan penurunannya mencapai 40 persen,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Menurut dia, kondisi serupa diperkirakan kembali terjadi pada Lebaran 2026. Indikasinya terlihat dari kantong parkir di kawasan Pantai Depok yang masih lengang dari kendaraan wisatawan, baik roda dua maupun roda empat. Bahkan, kendaraan besar seperti bus pariwisata nyaris tidak terlihat.

“Saya memprediksi kunjungan wisatawan ke Pantai Depok pada libur Lebaran 2026 ini turun di atas 50 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025,” katanya.

Sutarlan menilai ada sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan tersebut. Salah satunya adalah menjamurnya destinasi wisata baru di wilayah pantai selatan DIY, terutama di kawasan Gunungkidul. Selain itu, persoalan tarif retribusi juga dinilai menjadi pertimbangan wisatawan.

Ia mencontohkan wisatawan yang datang hanya untuk menikmati kuliner seafood di Pantai Depok tetap harus membayar retribusi masuk kawasan wisata. “Misalnya satu keluarga berisi enam orang harus membayar retribusi Rp90.000. Padahal kalau uang itu dibelikan menu kuliner bisa dapat tiga porsi. Akhirnya wisatawan memilih ke tempat lain yang hanya bayar parkir,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kebijakan tarif retribusi agar sektor wisata kembali bergeliat. “Tarif retribusi masuk objek wisata perlu dipertimbangkan oleh Pemkab Bantul agar wisata kembali ramai,” ucapnya.

Kondisi serupa juga dirasakan di kawasan Pantai Goa Cemara. Pengurus Desa Wisata setempat, Timan menyebut kunjungan wisatawan pada Lebaran tahun ini masih kalah dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau dilihat dari kantong parkir memang tidak seramai Lebaran 2025,” katanya.

Ia menilai minimnya pembaruan sarana dan prasarana turut memengaruhi minat kunjungan. Di sisi lain, tarif retribusi sebesar Rp15.000 per orang dinilai cukup memberatkan bagi sebagian wisatawan. “Wisatawan yang hanya ingin kuliner tentu berpikir dua kali. Tiket retribusi Rp15.000 per orang dianggap mahal,” ujarnya.

Selain faktor internal, Timan juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai sedang lesu. Penurunan daya beli membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. “Sekarang orang lebih fokus pada kebutuhan penting. Daya beli turun karena kondisi ekonomi, uang memang sedang sulit,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|