Mandala Krida Belum Bisa Dipakai, Van Gastel Sebut PSIM Jadi Korban

8 hours ago 5

Mandala Krida Belum Bisa Dipakai, Van Gastel Sebut PSIM Jadi Korban

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat diwawancara awak media usai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Senin (20/7/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai PSIM dan para suporternya menjadi pihak yang paling dirugikan akibat belum bisa digunakannya Stadion Mandala Krida untuk menggelar pertandingan resmi. Menurutnya, polemik yang berawal dari kasus korupsi membuat Laskar Mataram kehilangan kesempatan bermain di rumah sendiri sejak promosi ke Super League musim 2025/2026.

Van Gastel menyampaikan penilaiannya seusai memimpin sesi latihan PSIM di Stadion Mandala Krida, Senin (20/7/2026). Meski stadion tersebut kini dimanfaatkan sebagai tempat latihan, PSIM tetap harus menjalani laga kandang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.

Suporter PSIM Dinilai Paling Dirugikan

Pelatih asal Belanda itu mengaku mengetahui adanya perkara korupsi yang berkaitan dengan Stadion Mandala Krida. Baginya, kondisi tersebut menjadi kabar yang tidak menyenangkan bagi klub maupun para pendukung PSIM.

"Saya memang mendengar tentang adanya kasus korupsi di sana. Itu adalah hal yang buruk," kata Van Gastel.

Menurutnya, pihak yang paling merasakan dampak dari situasi tersebut adalah para suporter. Sebab, Mandala Krida merupakan markas yang selama ini menjadi identitas PSIM Jogja.

"Kita adalah korbannya, tetapi terutama para suporter kita yang menjadi korban karena stadion ini adalah rumah mereka atau rumah kita. Semua orang pasti ingin berada di rumahnya sendiri," tandasnya.

Van Gastel juga menyayangkan stadion berkapasitas sekitar 25.000 penonton itu belum dapat difungsikan sebagai venue pertandingan.

"Ya, itu sangat disayangkan stadion ini hanya jadi tempat latihan,” ucapnya.

PSIM Kembali Bermarkas di Stadion Sultan Agung

Pada musim Super League 2026/2027, PSIM dipastikan tetap menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, sebagai kandang. Sementara itu, Stadion Mandala Krida masih menunggu proses renovasi menyeluruh agar memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Belum dapat digunakannya Mandala Krida membuat PSIM harus kembali bermain di luar Kota Jogja meski telah berhasil promosi ke Super League sejak musim lalu.

Renovasi Mandala Krida Masih Terkendala Administrasi

Pemerintah Daerah DIY bersama DPRD DIY telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar dalam APBD 2026 untuk memulai tahapan awal renovasi Stadion Mandala Krida. Anggaran tersebut direncanakan digunakan untuk kajian mutual check nol persen (MC-0) dan penyusunan detail engineering design (DED).

Namun, sebagian anggaran DED diusulkan dialihkan untuk kebutuhan uji tanah sehingga penyusunan DED dijadwalkan berlangsung pada tahun depan.

Komisi D DPRD DIY meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY segera menyelesaikan persoalan administrasi yang dinilai menghambat dimulainya kajian MC-0. DPRD menilai tahapan tersebut sudah dapat dilaksanakan karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak lagi memiliki kepentingan penyidikan yang menghalangi proses renovasi stadion.

Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, mengatakan kendala yang dihadapi saat ini bukan lagi terkait izin dari KPK, melainkan belum adanya kesamaan pemahaman antara BPKA DIY dan Disdikpora DIY mengenai mekanisme pergeseran anggaran untuk kebutuhan uji tanah.

Sementara itu, Kepala BPKA DIY Wiyos Santoso menegaskan pergeseran anggaran tersebut tidak memerlukan persetujuan BPKA. Menurutnya, perubahan cukup memperoleh persetujuan Pengguna Anggaran karena hanya menyangkut pergeseran pada tingkat uraian subrincian objek sesuai ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|