Mau Gelar RUPS, Ini Bocoran 3 Agenda TBS Energi (TOBA)

9 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten energi terbarukan, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang selanjutnya disebut RUPS untuk tahun buku 2025 pada 16 April 2026.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan mengungkap tiga aksi korporasi strategis yang akan dilakukan yaitu penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen, pembelian kembali (buyback) saham dan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Langkah aksi korporasi ini dilakukan di tengah upaya Perseroan yang sedang menjalankan transisi bisnis menyeluruh dari energi konvensional ke sektor hijau, yang fokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Riset BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey menilai penggunaan sebagian saldo laba untuk pembagian dividen dan buyback saham akan meningkatkan nilai bagi pemegang saham sementara PMHMETD menjadi landasan fondasi penguatan modal untuk ekspansi jangka menengah panjang.

"Hal yang lazim biasanya 3 agenda aksi korporasi strategis semacam ini dimintakan restu dalam RUPS secara sekaligus agar lebih efisien secara waktu juga" ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (27/3/2026).

Terkait pembagian dividen, Andhika juga menyoroti bahwa meski TOBA membukukan rugi bersih di tahun 2025 akibat rugi non-kas dan akuntansi dari divestasi PLTU, TOBA masih bisa membagikan dividen.

"Secara historis sebenarnya TOBA adalah emiten yang dividend paying, tahun 2025 memang ada kerugian non-kas karena transisi aset ke bisnis hijau, tetapi saldo laba masih positif dari keuntungan tahun-tahun sebelumnya jadi masih bisa bagi dividen," ungkapnya.

Seperti diketahui, meskipun mencatat rugi bersih non-kas pada tahun 2025 akibat divestasi aset PLTU sebagai bagian dari transisi, Perseroan tetap mencapai EBITDA Disesuaikan positif dan saldo kas sebesar US$102,3 juta, naik 15% dari tahun sebelumnya.

"Transformasi ini mulai membuahkan hasil, di mana pendapatan dari bisnis berkelanjutan mencapai US$164,1 juta pada tahun 2025, naik 738% (yoy), dengan kontribusi pengelolaan limbah mencapai 41% dari total pendapatan," ungkap Nafi Sentausa, SVP Corporate Strategy & Business Development TOBA.

Sementara itu, percepatan pergeseran portofolio TOBA akan membutuhkan penguatan modal yang diyakini difasilitasi melalui aksi PMHMETD untuk mendukung ambisi ekspansi jangka panjang. Skema rights issue bisa dinilai memungkinkan investor strategis untuk masuk dan ambil bagian dalam bisnis jangka panjang perseroan.

"Nantinya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue tersebut, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi yang menjadi kewajiban Perseroan, akan dipergunakan untuk mendukung perkembangan dari ekspansi usaha Perseroan khususnya di sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan serta kendaraan listrik," tulis manajemen.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|