REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, KH Masyhuril Khamis mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.
Menurut dia, nilai kepemimpinan, keadilan ekonomi, kepedulian sosial, toleransi, dan akhlak mulia yang dicontohkan Nabi sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari korupsi, intoleransi, ketimpangan ekonomi, hingga degradasi moral.
Kiai Masyhuril mengatakan, keteladanan Nabi Muhammad SAW dari sisi kepemimpinan adalah amanah, selalu musyawarah, tetap toleransi, berani bersikap tegas dalam memberikan hukum meskipun jika harus menghukum anaknya sendiri.
"Dari sisi ekonomi, Rasulullah SAW membangun pasar, UMKM dan ini bagian dari keadilan ekonomi, kepedulian sosial, dan semuanya di balut dengan akhlak mulia," kata Kiai Masyhuril kepada Republika.co.id, Selasa (25/8/2026)
Menurutnya, inilah yang saai ini sangat relevan untuk menjawab tantangan Indonesia yang sarat dengan korupsi, intoleransi, ketimpangan ekonomi, dan degradasi moral.
Sebab hal ini merupakan aspek yang saling berkaitan dalam upaya membangun bangsa yang beradab, sejahtera, dan bersatu.
"Kita harus memaknai Maulid Rasul tentu tidak sekadar merayakan kelahiran, tetapi melahirkan kembali semangat, akhlak, dan ajaran Nabi ke dalam kehidupan nyata," ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Bidang KUB dan Pembinaan Muallaf Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Ustadz Ahmad Zuhdi mengajak umat menjadikan empat pondasi utama ajaran Nabi, yakni menata niat, menghargai waktu, menumbuhkan empati, serta menjaga integritas dan kehalalan rezeki, sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

1 hour ago
4















































