
Menteri Keuangan Purbaya. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar mengejutkan mengenai agenda pribadinya. Bendahara negara ini mengonfirmasi bahwa dirinya batal menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada musim naik haji tahun 2026 ini.
Kepastian tersebut dilontarkan langsung oleh Purbaya saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Sembari melempar senyum, ia menegaskan bahwa penundaan keberangkatan ritual keagamaan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan instruksi kedinasan dari kepala negara maupun beban tugas negara yang mendesak.
“Nggak jadi,” ujar Purbaya sambil tertawa kecil saat merespons pertanyaan dari para wartawan.
Purbaya menggarisbawahi bahwa batalnya agenda sakral tersebut murni karena masalah kesempatan yang belum berpihak pada dirinya, bukan karena adanya restriksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menganggap penundaan ini sebagai bagian dari takdir yang belum waktunya untuk ia tunaikan.
“Nggak, nggak diminta Presiden, belum saatnya mungkin, belum rezekinya,” jelasnya dengan nada pasrah.
Keputusan pembatalan bertolak ke Arab Saudi ini rupanya tidak hanya berlaku bagi dirinya pribadi, melainkan juga berimbas pada seluruh rombongan keluarga inti yang semula dijadwalkan ikut serta. Dengan demikian, dipastikan tidak ada satu pun anggota keluarganya yang berangkat menuju Mekah pada musim haji kali ini.
“Sisekeluarga semua (batal),” tuturnya.
Padahal, beberapa waktu sebelumnya, Purbaya sempat mengutarakan kesiapannya untuk berangkat beribadah. Ia bahkan membeberkan telah melakoni serangkaian persiapan intensif sejak dua pekan terakhir, termasuk mulai menyempatkan diri menghafal dan mempelajari buku panduan doa-doa manasik haji.
“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya masih lupa juga,” akunya jujur.
Dalam rencana awal, Purbaya dijadwalkan bakal mengambil masa cuti singkat untuk menjalankan ibadah rukun Islam kelima tersebut selama kurang lebih 10 hari sebelum akhirnya takdir berkata lain. Kendati dilingkupi perasaan kecewa, ia menaruh harapan besar agar pintu kesempatan untuk menginjakkan kaki di Baitullah bisa kembali terbuka lebar bagi keluarganya pada musim haji tahun 2027 mendatang.
“Ya sedih, sedih nggak sedih lah… Doa-in tahun depan nggak batal lagi,” pungkasnya penuh harap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































