Menlu RI Ingin DK PBB dan BoP Saling Topang Wujudkan Solusi Dua Negara

2 weeks ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyampaikan pernyataan pada pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk isu Palestina, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, dia menyinggung tentang peran DK PBB dan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dalam upaya mewujudkan solusi dua negara Israel-Palestina.

Sugiono mengatakan, Pemerintah RI meyakini bahwa penyelesaian yang adil dan berkelanjutan terkait konflik Israel-Palestina hanya dapat dicapai melalui solusi dua negara berdasarkan parameter internasional yang telah disepakati. Dalam konteks tersebut, Sugiono menegaskan bahwa kerja DK PBB dan BoP yang dibentuk melalui Resolusi DK PBB 2803, harus saling memperkuat serta tidak menyimpang dari arah yang sama.

“Perdamaian dapat memiliki jalur yang berbeda, tetapi tidak boleh memiliki arah yang berbeda,” ujar Sugiono seperti dikutip dalam keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Kamis (19/2/2026).

Karena saat ini telah menjadi salah satu anggota BoP, Sugiono menjamin keterlibatan Indonesia dalam badan tersebut akan tetap konsisten dengan Piagam PBB dan prinsip-prinsip multilateralisme. Dalam pernyataannya di DK PBB, Sugiono turut menyoroti pelanggaran-pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza yang memakan korban jiwa.

"Lebih dari 570 nyawa telah hilang dan lebih dari 1.500 orang terluka sejak gencatan senjata berlaku. Infrastruktur dasar dan layanan esensial masih hancur,” ujar Sugiono.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|