Merasa Gerah dan Panas di Bandung, Ini Penjelasan BMKG

6 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan sejumlah alasan kondisi cuaca di Bandung Raya yang gerah dan panas. Mereka menyebut terjadi pertumbuhan awan konvektif secara lokal. Sehingga kondisi udara terasa panas dan lembap atau sumuk.

"Suhu udara minimum cukup hangat 2 hari terakhir pada kisaran 21 - 22 celcius, kelembapan udara cukup lembap 55 - 80 persen sehingga kondisi udara terasa panas - lembap," ucap Prakirawan BMKG Bandung Edi Wibowo, Kamis (20/8/2026).

Ia melanjutkan suhu maksimum di Kota Bandung tercatat mencapai 32 derajat celcius. Sedangkan terkait adanya hujan di beberapa wilayah, Edi mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor lokal dan belum menuju peralihan musim hujan.

Edi mengatakan beberapa hari ke depan terdapat dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif secara lokal di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk Bandung dan sekitarnya.

"Suhu muka laut yang masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia, gelombang Kelvin diprakirakan aktif di wilayah Jawa Barat," ungkap dia.

Ia mengimbau masyarakat waspada termasuk di musim kemarau ini. Edi mengimbau masyarakat tidak membakar apapun selama musim kemarau yang berpotensi menciptakan kebakaran lahan atau lainnya.

Selain itu, antisipasi harus dilakukan menghadapi kekeringan di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat sendiri mengungkapkan 400 lebih kecamatan di Jawa Barat mengalami kekeringan di musim kemarau.

Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan upaya penyaluran air bersih kepada masyarakat dan untuk pertanian terus dilakukan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|