Merasakan Pedihnya Gas Air Mata Polisi Turki di War Journalism Training

11 hours ago 6

Latihan menghadapi gas ari mata saat War Journalism Training Program yang digelar Anadolu Agency bekerja sama dengan Akademi Kepolisian Turki di Ankara, Kamis (17/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, Mata terasa terbakar. Bahkan untuk sekadar membuka kelopak sejenak begitu pedih. Basuhan air dingin cukup membantu meski tak bisa langung menghilangkan keperihan akibat gas air mata.

Gas itu dilempar langsung oleh polisi Turki saat latihan War Journalism Training Program yang digelar Anadolu Agency bekerja sama dengan Akademi Kepolisian Turki di Ankara, Kamis (17/9/2026).  Demikian dilaporkan jurnalis Republika yang mengikut langsung pelatihan tersebut. 

Dalam pelatihan itu, polisi Turki membagi peserta menjadi dua tim. Satu regu bertugas sebagai demonstran, sedangkan tim lainnya berperan menjadi polisi.

Saat demonstran bergerak untuk menuju petugas, gas air mata dilemparkan. Barisan pengunjuk rasa pun langsung tercerai berai. Asap berwarna putih itu langsung menyengat mata demonstran sehingga tak bisa menembus barisa petugas yang bertameng.

Sejumlah pengunjuk rasa mundur atau bahkan lari ke samping sambil menahan keperihan gas air mata tersebut. "Polisi rapatkan barisan, rapatkan barisan," perintah seorang petugas kepolisian dari Turki.

Sementara peserta yang kesulitan untuk membuka mata langsung disiram dengan air. Ada juga yang langsung diarahkan ke ambulans.

Di mobil itu partisipan diminta untuk membuka kelopak dihadapan Air Conditioner ambulans. Hembusan AC membatu menghilangkan rasa sakit.

Latihan demonstrasi di Akademi Kepolisan Turki ini berlangsung sekitar 45 menit dan diakhiri dengan semprotan meriam air ke arah peserta pelatihan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|