Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Said Iqbal menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindyana serta Agustina Arumsari dan Trenggono menjadi Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) bakal melakukan moratorium pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Langkah itu dilakukan dalam rangka memperbaiki tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan, badan gizi akan melakukan moratorium pembangunan SPPG atau dapur MBG. Alih-alih membuka dapur baru, BGN di bawah kepemimpinannya disebut akan memperbaiki tata kelola SPPG yang sudah beroperasi. "Jadi intinya kami hentikan (pembangunan SPPG) dan kami tata dulu," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Rabu (10/6/2026).
Ia menyebutkan, saat ini sudah ada sebanyak 27.877 dapur MBG yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Puluhan ribu dapur itulah akan menjadi fokus perbaikan tata kelola yang dilakukan BGN. "Sekarang dapur operasioanal 27.877. Nah kita tata dulu yang ada," ujar Nanik.
Ihwal kemungkinan adanya gugatan dari investor dapur MBG yang tengah dalam proses pembangunan, Nanik menyatakan, hal itu masih terlalu jauh. Pasalnya, moratorium yang dilakukan bukan berarti mengagalkan dapur yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
"Kan belum tentu digagalkan, kami masih menata," kata dia.
Diketahui, terdapat beberapa rencana kerja yang akan dilakukan BGN di bawah pimpinan baru lembaga itu. Selain melakukan moratorium pembangunan SPPG, BGN juga fokus memperluas program MBG di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan melakukan peninjauan ulang atau refocusing penerima manfaat program MBG.
Tak hanya itu, BGN juga akan lebih fokus melayani MBG kepada kelompok 3B (bumil atau ibu hamil, busui atau ibu menyusui, dan balita).
Sebelumnya viral di media sosial pemilik SPPG protes ke BGN karena anggaran buat mitra dapur tak kunjung cair padahal mereka sudah keluarkan duit cukup besar buat mendirikan bangunan. Sementara di daerah sejumlah SPPG dilaporkan juga menghentikan operasinya karena anggaran top up tak kunjung cari.
Permintaan mitra dapur

2 hours ago
4














































