Musim Kemarau, Lima Dusun di Temanggung Butuh Air Bersih

14 hours ago 5

Musim Kemarau, Lima Dusun di Temanggung Butuh Air Bersih

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Lima dusun di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung. Permohonan tersebut menjadi perkembangan terbaru yang dipantau pemerintah daerah di tengah mulai berkurangnya ketersediaan air pada musim kemarau tahun ini.

BPBD Kabupaten Temanggung menyatakan akan segera melakukan asesmen lapangan untuk memastikan kondisi sumber air di wilayah tersebut sebelum menentukan langkah penyaluran bantuan air bersih. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar penetapan jadwal distribusi air apabila warga benar-benar mengalami kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan pihaknya baru menerima surat permohonan bantuan air bersih dari warga Desa Gentan pada Senin (20/7/2026). Lima dusun yang mengajukan permohonan tersebut meliputi Dusun Gentan, Dusun Suruh, Dusun Setro, Dusun Wonogiri, dan Dusun Sejarak.

Menurut Totok, BPBD akan menindaklanjuti permohonan tersebut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan.

"Baru hari ini surat permohonan masuk. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), kami akan melakukan asesmen terlebih dahulu dengan mengecek langsung ke lokasi," katanya di Temanggung, Senin.

Ia menjelaskan asesmen dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi sumber air yang selama ini digunakan masyarakat. Pemeriksaan tersebut juga diperlukan untuk membedakan apakah wilayah yang mengajukan bantuan benar-benar mengalami kekeringan atau hanya terjadi penurunan debit air yang masih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Apabila hasil asesmen menunjukkan sumber air telah mengering dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Temanggung akan memasukkan wilayah tersebut ke dalam jadwal rutin distribusi air bersih selama musim kemarau berlangsung.

"Kalau memang benar-benar kekeringan dan debit air sudah tidak ada, tentu akan kami lakukan droping air. Namun kalau hanya debitnya mengecil, akan kami lihat kembali kondisinya," kata Totok.

Hingga saat ini, baru lima dusun di Desa Gentan yang secara resmi menyampaikan permohonan bantuan air bersih melalui surat kepada BPBD Kabupaten Temanggung. Sementara itu, wilayah lain di Kabupaten Temanggung belum mengajukan permintaan serupa.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi kekeringan di Kabupaten Temanggung secara umum masih tergolong relatif aman. Meski demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi apabila dampak musim kemarau meluas ke wilayah lain.

Totok mengatakan pihaknya masih menunggu hasil asesmen di lima dusun tersebut sebelum mengambil keputusan mengenai pelaksanaan droping air bersih. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dalam pelaksanaan distribusi air bersih nantinya, BPBD Kabupaten Temanggung juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan warga setempat untuk menentukan waktu penyaluran yang paling efektif. Penyesuaian waktu distribusi dinilai penting agar seluruh warga dapat memperoleh akses air bersih secara merata.

Penyaluran air bersih dapat dilakukan pada pagi, siang, sore, hingga malam hari dengan mempertimbangkan waktu berkumpulnya masyarakat. Dengan mekanisme tersebut, proses distribusi diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan tepat sasaran apabila bantuan air bersih mulai disalurkan.

Permohonan bantuan air bersih dari lima dusun di Desa Gentan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Hasil asesmen BPBD Kabupaten Temanggung dalam beberapa waktu ke depan akan menentukan langkah penanganan selanjutnya untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|