REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad DN, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah, Kalsel
الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَى الْمُتَّقِيْنَ الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ وَفَضَّلَهُمْ بِالْفَوْزِ الْعَظِيْمِ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا أَفْضَلُ الْمُرْسَلِيْنَ،
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِي الْقَلْبِ الْحَلِيْمِ وَآلِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمَمْدُوْحِيْنَ
وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،
وَبَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Islam sebagai agama yang sempurna, yang mengatur kehidupan manusia dengan adil dan penuh hikmah. Semoga kita tetap dalam ketaqwaan kepada Allah Swt. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Sebelum Islam datang, dunia berada dalam kegelapan yang disebut zaman jahiliyah. Pada masa itu perempuan diposisikan sangat rendah. Mereka dianggap aib bagi keluarga. Allah SWT menggambarkan kebiasaan buruk itu dalam firman-Nya:
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلۡأُنثَىٰ ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا وَهُوَ كَظِيمٞ
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah” (QS. An-Nahl: 58)
Bahkan sebagian masyarakat Arab saat itu mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut miskin dan malu. Perempuan tidak mendapat warisan, tidak memiliki hak memilih, dan diperlakukan seperti harta yang bisa diwariskan.

2 hours ago
2















































