Jakarta, CNBC Indonesia - Negara Karibia, Republik Dominika mengumumkan temuan cadangan 'harta karun' logam tanah jarang (LTJ) dalam jumlah besar. Adapun, Presiden Luis Abinader menyebut studi pendahuluan menunjukkan cadangan kotor melebihi 150 juta ton unsur tanah jarang.
Dalam pidato tahunan kenegaraan di hadapan Kongres pada Jumat waktu setempat, Abinader menyatakan bahwa temuan tersebut dapat memposisikan Republik Dominika sebagai pemasok mineral penting bagi industri teknologi tinggi di masa depan.
Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur yang banyak digunakan dalam berbagai industri strategis, mulai dari semikonduktor, teknologi kedirgantaraan, hingga peralatan militer.
Abinader memastiakn pemerintah menargetkan penyelesaian penilaian cadangan mineral pada tahun ini, serta proses sertifikasi resmi pada awal tahun depan. Ini menjadi prasyarat penting sebelum dilakukan ekstraksi dan pemurnian dalam skala besar.
Meski demikian, belum dapat dipastikan berapa banyak dari total 150 juta ton cadangan kotor tersebut yang benar-benar dapat dikomersialkan.
Presiden mengaitkan pengembangan cadangan tersebut dengan strategi yang lebih luas tentang transformasi energi dan "penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab. Menurutnya hal ini akan memperkuat kedaulatan Dominika, mengurangi ketergantungan eksternal, mengurangi emisi, dan meningkatkan daya saing.
Amerika Serikat telah mengisyaratkan minat yang kuat terhadap deposito Dominika, yang terletak di provinsi perbatasan Pedernales.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































