Nilai Tukar Rupiah Tak Bergerak Signifikan

3 hours ago 3

Jumali

Jumali Jum'at, 12 Juni 2026 09:37 WIB

Nilai Tukar Rupiah Tak Bergerak Signifikan

Ilustrasi rupiah. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Rupiah menunjukkan pergerakan yang relatif datar pada perdagangan Jumat (12/6/2026), stagnan di level Rp17.975 per dolar AS pada pukul 19.43 WIB. Kondisi ini terjadi setelah mata uang Garuda sempat menyentuh titik terendahnya di Rp18.234 awal Juni, yang menambah tekanan harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Berdasarkan data TradingView, rupiah hanya turun tipis dua poin atau minus 0,01% dibandingkan posisi pembukaan hari yang sama. Harga tertinggi dan terendah tercatat sama-sama di Rp17.975, menandakan likuiditas pasar yang sepi. Sementara itu, data Trading Economics menunjukkan rupiah ditutup di Rp17.937,4 per dolar AS, turun 0,06% dari penutupan sehari sebelumnya di Rp17.949.

Sehari sebelumnya, Kamis (11/6/2026), rupiah bergerak di rentang Rp17.950–Rp17.995 sebelum menetap di Rp17.977. Meski lebih baik dibandingkan perdagangan 9 Juni yang sempat mencapai Rp18.222, rupiah dalam sebulan terakhir melemah 2,51% terhadap dolar AS, dan dalam setahun melemah 10,15%.

Indeks dolar AS (DXY), yang memantau kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia, tercatat melemah ke 99,70, turun 0,25%. Meski demikian, pelemahan dolar global belum mampu mendorong rupiah menguat signifikan akibat tekanan domestik yang masih terasa. Penjualan ritel tahunan Indonesia pada April 2026 turun untuk pertama kalinya dalam setahun, menunjukkan daya beli masyarakat mulai tergerus oleh harga bahan bakar non-subsidi yang lebih tinggi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan dewan gubernur masih menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut, setelah total kenaikan 75 basis poin sejak Mei 2026. Keputusan mendatang akan menyesuaikan dengan data inflasi dan dinamika pasar. Proyeksi penguatan rupiah ke Rp16.800–Rp17.500 tahun depan dianggap masih sulit dicapai dalam jangka pendek.

Bagi masyarakat, stagnasi rupiah di zona Rp17.900-an tidak otomatis menurunkan harga kebutuhan pokok. Barang-barang berbasis impor, mulai dari minyak goreng hingga gula pasir, tetap berada di level tinggi. Pedagang pasar tradisional di beberapa daerah menyebut harga belanja modal belum turun meski rupiah stabil, menunjukkan stabilitas nilai tukar saja belum cukup untuk meredakan tekanan harga di tingkat konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|