Ribuan warga saat mengikuti open house yang digelar Pemkab Bantul, Sabtu (21/3/2026). -Yosef Leon - Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Ribuan warga Bantul mengikuti open house yang digelar Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Sabtu (21/3/2026) di Kompleks Parasamya.
Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan tradisi open house pada momentum Idulfitri tetap digelar tahun ini. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan arahan pemerintah pusat agar berlangsung lebih sederhana.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan open house merupakan tradisi tahunan yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana saling memaafkan, baik di kalangan aparatur birokrasi maupun masyarakat umum.
“Open house ini sudah menjadi tradisi kita. Setiap tahun diselenggarakan untuk bermaaf-maafan, baik antar sesama aparatur maupun dengan masyarakat. Namanya juga open house, dibuka untuk siapa pun yang ingin datang,” ujar Halim.
Meski demikian, ia menegaskan adanya penyesuaian pelaksanaan menyusul edaran dari pemerintah pusat yang meminta kegiatan seperti open house dan syawalan digelar secara sederhana.
“Kami mengikuti edaran tersebut. Kegiatan semacam ini supaya disederhanakan, dan itu sudah kami jalankan,” katanya.
Selain open house, Pemkab Bantul juga berencana menggelar kegiatan syawalan dalam bentuk konsolidasi internal aparatur. Kegiatan tersebut rencananya dilakukan melalui apel di sejumlah lokasi.
Menurut Halim, tradisi syawalan tetap penting sebagai sarana memperkuat kebersamaan dan koordinasi di lingkungan birokrasi, meski formatnya menyesuaikan kondisi dan kebijakan yang berlaku.
“Sebagai tradisi, ini tidak bisa kita hentikan. Tapi kita sesuaikan dengan arahan pemerintah pusat, dilaksanakan sesederhana mungkin,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































