Pelindo Regional 2 Panjang Perkuat Kesiapsiagaan Pekerja Hadapi Kebakaran

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran, melalui kegiatan Awareness dan Drill Tanggap Darurat K3. Kegiatan tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandarlampung.

General Manager Pelindo Regional 2 Panjang Hardianto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan dan memastikan seluruh pekerja memahami prosedur penanganan keadaan darurat. Menurut dia, kesiapsiagaan menjadi hal penting karena respons yang tepat dapat membantu meminimalkan risiko ketika terjadi kebakaran.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan sekaligus memastikan pekerja memahami prosedur penanganan keadaan darurat, khususnya kebakaran," kata Hardianto di Bandarlampung, Kamis.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simulasi, tetapi juga sarana untuk menguji kesiapan pekerja dalam menghadapi situasi darurat. Melalui latihan secara langsung, pekerja diharapkan dapat memahami tindakan yang harus dilakukan tanpa menunggu arahan dalam kondisi yang membahayakan keselamatan.

“Ketika terjadi kebakaran, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Setiap pekerja harus memahami jalur evakuasi, mengetahui area aman, dan mengikuti arahan tim evakuasi,” ujar Hardianto.

Dalam simulasi tersebut, BPBD dan Damkarmat Kota Bandarlampung memberikan dukungan berdasarkan skenario penanggulangan kebakaran yang telah disiapkan. Pelibatan instansi terkait juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pekerja dan unsur penanggulangan bencana dapat berjalan efektif ketika menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan dilanjutkan dengan peningkatan awareness mengenai berbagai potensi bahaya kebakaran di lingkungan kerja. Pekerja juga diberikan pemahaman mengenai prosedur evakuasi, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Hardianto menegaskan latihan tanggap darurat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan pekerja tidak hanya bersifat teoritis. Latihan yang dilakukan secara berkala juga diharapkan membentuk ketenangan dan kesiapan pekerja dalam mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|