Pemerintah Perluas Akses Studi Luar Negeri Lewat Webinar

2 hours ago 1

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus memperluas akses pendidikan global melalui pendekatan diplomasi pendidikan. Salah satunya diwujudkan lewat penyelenggaraan “Webinar Series Atdikbud dan Wadetap RI-UNESCO 2026” yang melibatkan perwakilan Indonesia di berbagai negara.

Kegiatan ini diinisiasi oleh jaringan perwakilan RI, termasuk KBRI Canberra, sebagai upaya menjawab tingginya minat masyarakat terhadap studi luar negeri, kolaborasi riset, serta peluang pendidikan internasional. Lebih dari 200 peserta dari berbagai latar belakang tercatat mengikuti forum ini.

Diplomasi Pendidikan Kian Strategis

Webinar ini tidak sekadar menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat konektivitas global Indonesia di sektor pendidikan. Melalui keterlibatan 14 Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan tetap Indonesia di UNESCO, pemerintah berupaya membuka akses lebih luas terhadap beasiswa, kemitraan kampus, hingga riset lintas negara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan, internasionalisasi pendidikan harus dimulai sejak dini, tidak hanya di level perguruan tinggi.

“Penguatan literasi dasar dan karakter menjadi fondasi agar generasi muda mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi pendidikan. Menurutnya, keterbukaan terhadap praktik internasional harus tetap sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kolaborasi Global Jadi Kunci

Senada, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut kolaborasi internasional sebagai elemen penting dalam pengembangan riset dan inovasi nasional.

Ia menilai perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi pusat inovasi yang terhubung dengan jejaring global, bukan sekadar tempat belajar.

“Kolaborasi lintas negara bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” tegasnya.

Tren Mahasiswa ke Luar Negeri Meningkat

Data UNESCO Institute for Statistics menunjukkan tren mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri terus meningkat. Pada 2022, jumlahnya mencapai lebih dari 62 ribu orang.

Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-22 sebagai negara pengirim mahasiswa ke luar negeri. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi kedua setelah Vietnam.

Negara tujuan favorit mahasiswa Indonesia antara lain Australia, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, serta sejumlah negara di Eropa Barat.

Perluas Akses dan Informasi

Rangkaian webinar yang berlangsung pada 25 April hingga 5 Mei 2026 ini membahas peluang pendidikan di berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Amerika.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat mendapatkan informasi yang lebih akurat dan komprehensif terkait studi luar negeri, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di kancah global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|