Pemprov Sumut kendalikan penangkapan ikan pora-pora di Danau Toba.
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus mengawasi penangkapan ikan pora-pora di perairan Danau Toba guna menjaga keseimbangan ekosistem dan populasi ikan endemik tersebut. Langkah ini dilakukan dengan menurunkan tim pengawasan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumut, Supryanto, menyatakan pihaknya bersama dinas terkait di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Toba serta Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, aktif melakukan pengawasan intensif. "Kami menindaklanjuti permasalahan ini dengan menurunkan tim dan melakukan pengawasan ke pesisir Danau Toba," ujarnya dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Upaya ini penting karena ikan pora-pora, yang pernah menjadi tulang punggung industri perikanan lokal pada 2003-2013, kini terancam akibat penangkapan yang tidak sesuai regulasi. Berdasarkan investigasi, ditemukan pelanggaran terhadap Permen KP Nomor 36 Tahun 2023 Pasal 7 yang mengatur batas minimal ukuran mata jaring sebesar 1 inci atau 2,5 centimeter. Di Pematang Sidamanik, Simalungun, masih ditemukan penggunaan alat tangkap dengan ukuran mata jaring 0,5 centimeter, sementara di Ajibata, Toba, jaring yang digunakan berukuran 1,5 centimeter.
"Ukuran ikan yang boleh ditangkap harus memiliki panjang minimal 10 centimeter. Ikan di bawah ukuran ini tidak boleh ditangkap karena masih tergolong anak ikan," jelas Supryanto. Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan juga melarang praktik penangkapan yang merusak kelestarian sumber daya ikan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Sumut, Jenny Masniari, menambahkan bahwa pihaknya telah menerbitkan 1.533 izin sektor kelautan dan perikanan tahun ini melalui sistem Online Single Submission (OSS). Dari total izin tersebut, 1.196 di antaranya adalah izin perikanan tangkap.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
2
















































