Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 15% menjadi Rp18,32 triliun di 2025.
Mengutip laporan keuangan GoTo di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (11/3/2026), pendapatan terbesar ditopang layanan pengiriman sebesar Rp5,78 triliun, atau naik 8,1% dari tahun sebelumnya Rp5,34 triliun. Pendapatan terbesar kedua dicatatkan service fee sebesar Rp5,69 triliun, kemudian disusul pendapatan lending dari bisnis GoTo Financial (GTF) yang melesat 95% menjadi Rp3,78 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,94 triliun. Adapun sumber pendapatan, baik dari layanan pengiriman (delivery) maupun service fee total mencapai Rp11,48 triliun dijalankan bisnis Gojek (on-demand services). Kontribusinya mencapai 63% terhadap total pendapatan bersih GOTO. Menariknya, GoTo menerima pendapatan dari e-commerce service fee sebesar Rp820 miliar sepanjang tahun lalu, melesat 32% dari tahun sebelumnya Rp622 miliar, dari keuntungan fee transaksi Tokopedia.
Beban perusahaan juga berkurang di antaranya beban umum dan administrasi turun 10% menjadi Rp3,99 triliun, lalu beban operasional pendukung juga berkurang. Dengan pencapaian ini, GOTO mampu memangkas rugi bersih atribusi entitas induk menjadi tinggal Rp 1,19 triliun, atau berkurang signifkan 77% dari sebelumnya rugi bersih Rp5,15 triliun. Total aset GOTO di akhir Desember 2025 naik 5,9% menjadi Rp45,76 triliun dengan kas dan setara kas juga naik 13,44% menjadi Rp21,76 triliun. Sementara itu, kas yang digunakan dalam operasi juga sudah positif Rp500,27 miliar dari sebelumnya negatif Rp919,49 miliar, sehingga arus kas bersih dari aktivitas operasi GOTO positif sebesar Rp307,03 miliar dari akhir Desember 2024 yang masih negatif Rp622,11 miliar. Di sisi lain, rugi usaha juga mampu turun 84% menjadi hanya tersisa Rp378,25 miliar dari tahun sebelumnya rugi usaha mencapai Rp2,24 triliun.
(dpu/dpu)
Addsource on Google















































