Peneliti: Kajian Ulang Batas Limbah Cair Sawit 100 mg/l Diperlukan

5 hours ago 1

Pakar: Wacana standar batas limbah sawit 100 mg/l perlu dikaji ulang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Peneliti dari Pusaka Kalam, Gunawan Djajakirana, menekankan pentingnya kajian ulang terhadap rencana standar batas Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dan Biological Oxygen Demand (BOD) di bawah 100 mg/l. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu ditinjau agar tetap berlandaskan pendekatan ekologi tanah dan praktik agronomi berkelanjutan.

Gunawan menjelaskan bahwa kebijakan yang mengharuskan industri sawit mengolah LCPKS hingga tingkat BOD sangat rendah sebelum dibuang ke sungai bisa menyia-nyiakan potensi limbah sebagai pupuk organik alami. "Lingkungan tidak otomatis aman hanya karena BOD rendah. Kaji ulang draf Permen LH agar tidak mengabaikan potensi baik LCPKS," ujarnya.

Potensi LCPKS sebagai Pupuk Organik

Pakar ilmu tanah lulusan Goettingen Universitat itu mengungkapkan bahwa LCPKS dapat menjadi pupuk organik yang baik untuk meningkatkan produktivitas pohon sawit secara berkelanjutan. Parameter yang selama ini digunakan, seperti BOD dan pH, sering kali mengabaikan unsur hara lain seperti nitrogen, fosfor, kalsium, magnesium, dan kalium.

Berdasarkan analisis lapangan, LCPKS dengan BOD rendah masih mengandung hara tinggi yang dapat menyebabkan eutrofikasi jika dibuang ke sungai, yang berpotensi memicu ledakan pertumbuhan alga dan merusak ekosistem perairan.

Gunawan menilai paradigma pembuangan limbah merupakan pendekatan lama yang tidak relevan. Sebaliknya, LCPKS seharusnya dimanfaatkan untuk memperbaiki fungsi tanah, terutama dalam menghadapi krisis bahan organik tanah di Indonesia akibat penggunaan pupuk sintetis yang berlebihan.

Pengelolaan LCPKS untuk Agronomi Berkelanjutan

Gunawan menggarisbawahi pentingnya pengaturan dosis dalam prinsip agronomi. LCPKS dengan konsentrasi tinggi tetap aman jika digunakan dalam volume kecil dan langsung diaplikasikan ke tanah sebagai nutrisi mikroorganisme. Sebaliknya, limbah dengan konsentrasi rendah tetap bisa berbahaya jika dibuang dalam jumlah besar ke sungai.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|