Pengangguran DIY Turun, Pariwisata dan UMKM Serap Banyak Tenaga Kerja

13 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Penurunan ini dinilai menjadi sinyal positif membaiknya kondisi ekonomi sekaligus meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha di DIY.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Ariyanto Wibowo mengatakan semakin banyak masyarakat terserap ke dunia kerja, terutama pada sektor pariwisata, perdagangan, jasa, UMKM, hingga industri pengolahan yang mulai kembali tumbuh.

Menurut Ariyanto, berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan dampak positif, mulai dari pelatihan kerja, program pemagangan, padat karya, hingga pengembangan UMKM.

“Digitalisasi layanan ketenagakerjaan juga mempercepat proses matching tenaga kerja,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Pariwisata DIY Jadi Pendorong Penyerapan Kerja

Ariyanto menjelaskan kebangkitan sektor pariwisata menjadi salah satu faktor utama meningkatnya partisipasi angkatan kerja di DIY. Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor wisata, pertumbuhan aktivitas hotel, kuliner, hingga ekonomi kreatif ikut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.

Selain pariwisata, sektor jasa dan informal juga terus berkembang, seperti UMKM, perdagangan daring, transportasi digital, hingga jasa kreatif yang kini semakin diminati masyarakat. Fleksibilitas pekerjaan di sektor tersebut dinilai mampu membuka lebih banyak peluang kerja.

“Pemda DIY dan Disnakertrans aktif menjalankan program magang bagi fresh graduate,” jelasnya.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Tumbuh Pesat

Pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif disebut menjadi salah satu strategi utama dalam memperluas lapangan kerja di DIY. Ariyanto menilai sektor kuliner, kerajinan, fesyen, konten digital, hingga pariwisata kreatif memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan ekonomi.

“Sektor ekonomi kreatif relatif tahan terhadap perubahan ekonomi dan cocok dengan karakter DIY sebagai kota pendidikan dan budaya,” lanjutnya.

Program kewirausahaan juga dinilai efektif karena tidak hanya menciptakan pekerja baru, tetapi juga melahirkan pelaku usaha yang berpotensi membuka lapangan kerja tambahan di masyarakat.

Angkatan Kerja dan Partisipasi Perempuan Meningkat

Disnakertrans DIY mencatat meningkatnya jumlah penduduk usia produktif turut mendorong kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Banyak lulusan perguruan tinggi maupun masyarakat usia kerja mulai aktif mencari pekerjaan atau membuka usaha mandiri.

Partisipasi perempuan di dunia kerja juga terus meningkat, didukung berkembangnya pekerjaan fleksibel berbasis digital dan UMKM rumahan.

Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di DIY karena mudah diakses masyarakat serta tersebar luas di kawasan pedesaan, terutama di Gunungkidul, Kulonprogo, dan Bantul.

“Terbatasnya industri besar di DIY membuat sebagian tenaga kerja masih bergantung pada sektor primer,” ujar Ariyanto.

Pekerja Formal Menurun, Disnaker Perkuat Link and Match

Meski tingkat pengangguran turun, proporsi pekerja formal di DIY justru menurun menjadi 46,02%. Kondisi tersebut mendorong Disnaker DIY memperkuat program link and match dengan kebutuhan industri, khususnya sektor manufaktur, hospitality, teknologi informasi, digital marketing, otomotif, logistik, dan ekonomi kreatif.

Disnaker DIY juga memperluas kerja sama dengan dunia usaha, mulai dari kawasan industri, hotel, restoran, hingga perusahaan nasional di luar DIY.

“Strateginya dengan job fair secara rutin, penempatan tenaga kerja lintas daerah, serta sistem rekrutmen yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” lanjutnya.

BPS DIY Catat Perbaikan Ketenagakerjaan

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik DIY mencatat kondisi ketenagakerjaan DIY pada Februari 2026 mengalami perbaikan.

Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih mengungkapkan jumlah angkatan kerja mencapai 2,28 juta orang atau meningkat sekitar 42.000 orang dibanding Februari 2025.

“Peningkatan ini mencerminkan semakin banyak penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi,” ujarnya.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) DIY tercatat sebesar 74,52% atau naik 0,80 persen poin secara tahunan. Sementara jumlah penduduk bekerja mencapai 2,21 juta orang, bertambah sekitar 44.000 orang dibanding tahun sebelumnya.

Mayoritas tenaga kerja terserap di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 24,59%, disusul perdagangan besar dan eceran 16,08%, serta industri pengolahan 15,17%.

“Sektor dengan penyerapan tenaga kerja terendah adalah aktivitas real estat dan pertambangan dan penggalian. Dari sisi status pekerjaan, sebagian besar penduduk bekerja berstatus sebagai buruh/karyawan/pegawai,” jelasnya.

BPS DIY juga mencatat dominasi sektor informal masih cukup tinggi dalam struktur ketenagakerjaan DIY, terlihat dari proporsi pekerja formal yang turun 1,10 persen poin dibanding Februari 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|