Penggantian Jembatan Kewek Melaju, Progres Sudah Tembus 13,5 %

15 hours ago 2

Penggantian Jembatan Kewek Melaju, Progres Sudah Tembus 13,5 %

Anak-anak bermain sepak bola di Jembatan Kewek yang ditutup, beberapa waktu lalu. - Harian Jogjq/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Proyek penggantian Jembatan Kewek di Kota Jogja menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dari target. Hingga 17 Juli 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 13,54 persen atau melampaui target pelaksanaan sebesar 12,10 persen. Capaian ini menjadi kabar positif bagi upaya peningkatan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Perkembangan terbaru ini juga menjadi penanda bahwa tahapan pekerjaan di lapangan terus berjalan sesuai rencana. Setelah penyelesaian pondasi pada sisi timur jembatan, proses pembongkaran jembatan eksisting akan segera memasuki tahap berikutnya sebagai bagian dari pembangunan konstruksi baru.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ersy Perdhana, mengatakan progres pekerjaan yang berlangsung hingga saat ini masih sesuai dengan rencana pelaksanaan proyek.

Menurut Ersy, pekerjaan yang tengah dilakukan hingga 17 Juli 2026 meliputi borepile abutmen atau pondasi tiang bor jembatan di sisi timur serta pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) pasangan batu pada talud sungai di sisi barat.

"Proses pembongkaran jembatan eksisting akan dilaksanakan setelah pekerjaan borepile abutmen jembatan sisi timur selesai," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan dalam pelaksanaan proyek penggantian Jembatan Kewek adalah banyaknya utilitas yang berada di lokasi jembatan. Karena itu, sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, utilitas tersebut harus direlokasi terlebih dahulu.

Melalui koordinasi dengan sejumlah instansi dan vendor utilitas, proses relokasi dapat diselesaikan sebelum pekerjaan borepile dilaksanakan sehingga tidak menghambat tahapan konstruksi di lapangan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan PT KAI terkait keberadaan jalur rel kereta api yang berada di sekitar lokasi pekerjaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan metode pelaksanaan proyek tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.

"Agar metode dan pelaksanaan pekerjaan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan keselamatan bersama sehubungan dengan keberadaan pilar jembatan KAI sebagai salah satu objek vital," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Satker PJN Daerah Istimewa Yogyakarta, Tisara Sita, menyampaikan proyek penggantian Jembatan Kewek harus dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tertib administrasi, tepat mutu, dan efisiensi biaya. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan proyek tersebut.

Ia berharap penggantian Jembatan Kewek nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga di Kota Jogja.

"Melalui kolaborasi ini, diharapkan penggantian Jembatan Kewek dapat meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Kota Jogja," paparnya.

Proyek penggantian Jembatan Kewek memiliki nilai kontrak sekitar Rp19 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berdasarkan kesepakatan kontrak, waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 240 hari kalender dengan target penyelesaian atau Provisional Hand Over (PHO) pada 25 Desember 2026.

Secara teknis, jembatan baru akan dibangun menggunakan struktur balok girder yang lebih kokoh. Berdasarkan Detailed Design Engineering (DED) dari Pemkot Jogja, jembatan memiliki panjang 30 meter dengan lebar total 16 meter. Luasan tersebut mencakup jalur aspal selebar 11 meter serta trotoar pada kedua sisi jembatan yang masing-masing memiliki lebar 2,5 meter untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan dan pejalan kaki di Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|