Perang Iran Dongkrak Bunga KPR di AS, Cicilan Bulanan Bertambah Ratusan Dolar AS

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dilaporkan mengalami lonjakan di seluruh Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara ekonomi utama Eropa. Kenaikan ini dipicu oleh perang terhadap Iran yang mendongkrak harga minyak serta memicu kekhawatiran atas inflasi yang terus berlanjut, sebagaimana dilansir oleh Financial Times(FT).

Kondisi tersebut menambah beban biaya pinjaman bagi para pembeli rumah pertama maupun pemilik rumah yang ingin melakukan refinancing (pembiayaan ulang). Langkah ini sekaligus memberikan tekanan lebih lanjut pada pasar perumahan yang sebelumnya sudah terpukul oleh lesunya aktivitas transaksi.

Di AS, rata-rata suku bunga KPR tetap berjangka waktu 30 tahun—produk KPR yang paling banyak digunakan di negara tersebut—mencapai 6,67% pada pekan ini, berdasarkan data resmi. Angka ini naik dari 6,43% pada awal Juli dan berada di kisaran 5,98% sebelum perang meletus pada akhir Februari lalu.

Kenaikan suku bunga ini tetap terjadi meskipun Bank Sentral AS (Federal Reserve) memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek tidak berubah sepanjang 2026.

Sebaliknya, pasar keuangan merespons kekhawatiran bahwa harga energi yang lebih tinggi akibat perang terhadap Iran dapat memperpanjang masa inflasi. Kondisi ini membuat The Fed semakin kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka.

Runtuhnya gencatan senjata yang rapuh akibat permusuhan Washington terhadap Republik Islam Iran memicu kembali lonjakan harga minyak, yang berujung pada peningkatan tekanan inflasi.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang menjadi salah satu faktor penentu utama pergerakan suku bunga KPR, juga turut merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir di tengah tingginya harga energi dan ekspektasi inflasi yang lebih kuat.

Posisi suku bunga KPR saat ini bahkan telah melampaui level yang tercatat pada awal Agustus 2025, sebelum The Fed memberlakukan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada akhir tahun lalu.

Bagi rumah tangga di AS, kenaikan ini berdampak langsung pada beban finansial yang jauh lebih besar. Lonjakan tersebut menambah hampir 150 dolar AS pada cicilan bulanan KPR untuk sebuah rumah dengan tipe rata-rata, sehingga kian mengerek biaya hidup di saat harga bahan bakar juga ikut terdampak oleh konflik yang sedang berlangsung.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|