REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat kesiapan pengamanan perairan Maluku untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat di laut berjalan aman dan kondusif. Penguatan ini dilakukan melalui peninjauan langsung Kapal Polisi (KP) Yudistira-8003 oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman di Dermaga Kapal Perikanan Tantui, Ambon, Jumat.
Peninjauan yang dilakukan bersama Kapten KP Yudistira-8003 AKBP Agung Hendri Susanto ini berfokus pada pengecekan kesiapan kapal, sarana pendukung, serta personel yang mengawaki armada tersebut. Wakapolda menegaskan bahwa kesiapan armada kepolisian merupakan bagian penting untuk memastikan kehadiran Polri dalam menjangkau wilayah perairan Maluku yang memiliki karakteristik sebagai provinsi kepulauan.
“Kesiapan kapal polisi bukan hanya menyangkut kesiapan sarana operasional, tetapi juga kesiapan personel dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengamanan kepada masyarakat di wilayah perairan,” kata Brigjen Pol Arif Budiman.
Tingginya Ketergantungan Masyarakat pada Laut
Menurut Wakapolda, masyarakat Maluku memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap laut. Ketergantungan ini mencakup berbagai aktivitas vital seperti perikanan, pelayaran, transportasi, hingga mobilitas antarpulau. Oleh karena itu, keamanan wilayah perairan harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan.
Arif meminta agar KP Yudistira-8003 dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Tugas tersebut meliputi patroli rutin, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta merespons berbagai potensi gangguan keamanan di laut secara cepat.
“Kapal harus dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Namun yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel. Kemampuan mengoperasikan sarana, memahami medan, menjaga keselamatan, serta membangun koordinasi dengan satuan lain harus menjadi satu kesatuan dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Sinergi dan Profesionalitas Jadi Kunci
Ia juga menekankan pentingnya disiplin, profesionalitas, dan keselamatan personel selama menjalankan tugas di wilayah perairan. Menurutnya, pengamanan laut tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri mengingat luasnya wilayah perairan Maluku dan beragamnya aktivitas di laut.
“Pengamanan wilayah perairan membutuhkan sinergi. Polri harus membangun koordinasi yang kuat dengan seluruh stakeholder terkait agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan terukur,” katanya menambahkan.
Brigjen Pol Arif Budiman menegaskan bahwa seluruh upaya pengamanan wilayah perairan pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Ia ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas di laut dengan tenang, nelayan dapat bekerja dengan aman, transportasi berjalan lancar, dan seluruh kegiatan masyarakat di wilayah perairan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.
“Orientasi kita adalah memberikan rasa aman. Masyarakat harus dapat menjalankan aktivitas di laut dengan tenang, nelayan dapat bekerja, transportasi dapat berjalan, dan seluruh kegiatan masyarakat di wilayah perairan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif,” ucapnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
3

















































