Polisi Sebut Pelaku Penyiraman Air keras Tokoh KontraS Lebih Empat Ora

3 hours ago 1

Polisi Sebut Pelaku Penyiraman Air keras Tokoh KontraS Lebih Empat Ora (Kiri-kanan) Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto saat rilis penyiraman air keras ke Aktivis Kontras, Andrie Yunus di Jakarta, Senin (16/3/2026).-JIBI/Bisnis - Anshary Madya Sukma

Harianjogja.com, JAKARTA—Tim penyidik Polda Metro Jaya menemukan bukti baru dari rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diduga berjumlah lebih dari empat orang. Polda Metro Jaya kini tengah memeriksa 15 saksi dan mencocokkan keterhubungan barang bukti guna menetapkan tersangka utama.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin mengatakan sejauh ini terduga pelaku yang diketahui identitasnya yakni BHC dan MAK. Mereka tertangkap kamera CCTV selama rangkaian proses eksekusi. "Dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat," ujar Iman di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Dia menambahkan sejauh ini pihaknya telah memeriksa 15 saksi terkait dengan perkara ini. Belasan saksi itu terdiri dari anggota yang melakukan pengusutan, rekan korban hingga warga sekitar TKP. Nantinya, kesaksian saksi ini bakal dipertimbangkan sebagai salah satu barang bukti untuk menetapkan pelaku yang bertanggung jawab dalam perkara ini. "Dari keterangan tersebut dan [dicari] keterhubungan dengan barang bukti dengan petunjuk yang kami peroleh baik," jelasnya.
Di lain sisi, Mabes TNI menyatakan telah menahan empat prajurit Denma BAIS TNI dalam perkara ini. Mereka dijebloskan ke tahanan Pomdam Jaya untuk kepentingan penyidikan. Komandan Puspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyampaikan empat prajurit ini berasal dari matra angkatan laut (AL) dan angkatan udara (AU).
Kemudian, Yusri mengemukakan bahwa empat prajurit yang diamankan itu berinisial NPD, SL, BHW dan ES. Keempat prajurit ini memiliki pangkat berbeda mulai dari Kapten, Lettu hingga Serda. "Ya jadi inisialnya NDP pangkatnya Kapten. Kemudian inisial SL pangkatnya Lettu. Kemudian inisial PHW pangkatnya Lettu. Kemudian yang terakhir inisial ES pangkatnya Serda ya. Oke itu yang untuk inisial," kata Yusri di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|