Pos Pelayanan Pertama Gempa NTT Berdiri, Program Indonesia Siaga Layani 3.466 Warga Terdampak

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, FLORES — Penanganan bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur masih terus berlangsung. Respons dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi melalui program Indonesia Siaga.

Memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap dilakukan melalui layanan kesehatan, permakanan, paket keluarga, dukungan psikososial, pendidikan darurat, air bersih dan sanitasi, hingga hunian darurat, demikian disampaikan Aulia Taarufi, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah.

Di masa tanggap darurat, respons ini dikelola melalui pembukaan Pos Koordinasi (Poskor) di 6 kabupaten serta rencana pendirian pos pelayanan di sembilan titik layanan Muhammadiyah. Fase tanggap darurat direncanakan berlangsung selama 30 hari dengan melibatkan berbagai unsur relawan dan sumber daya Muhammadiyah di daerah maupun dari luar wilayah.

Untuk mendukung layanan kesehatan, MDMC menyiapkan 8 tim Emergency Medical Team (EMT). Dukungan relawan dari Jawa Timur, Kupang, dan Bima turut digerakan untuk memperkuat respons di lapangan. Tim KKN dari UMY, UAD, dan Universitas Muhammadiyah Kupang juga terlibat dalam pelayanan bersama masyarakat dan pemerintah setempat.

Ketua Pos Koordinasi MDMC, Indrayanto, mengatakan bahwa penguatan koordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan respons dapat menjangkau masyarakat terdampak sesuai kebutuhan.

“Manajemen penanganan darurat ini kami lakukan dengan memperkuat koordinasi di wilayah terdampak dan membuka pos pelayanan di sejumlah titik layanan Muhammadiyah. Relawan dari berbagai daerah bersama masyarakat dan pemerintah setempat bahu-membahu memastikan layanan dasar dapat diberikan kepada warga terdampak,” ujar Indrayanto.

Salah satu wilayah yang saat ini menjadi fokus pelayanan adalah Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Hingga hari Ahad, (16/8/2026) pukul 15.00 WITA, tim gabungan terus melakukan pendataan dan verifikasi kondisi warga di empat wilayah sepanjang pantai, yakni Desa Naga Rama, Nanga Baling, Nanga Baur, dan Kelurahan Pota.

Pendataan difokuskan pada wilayah tersebut karena terdapat banyak penyintas serta kerusakan bangunan dan infrastruktur yang cukup parah. Tim yang terdiri dari mahasiswa KKN Pena UMY, KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, bersama Puskesmas, Koramil, Polsek, dan Camat Sambi Rampas melakukan pendataan kondisi warga terdampak sebagai dasar penentuan kebutuhan layanan.

Data tersebut mencakup kondisi korban, kerusakan permukiman, fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Untuk mendukung penanganan di lapangan, Posko Induk didirikan di halaman SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Posko itu menjadi pusat layanan masyarakat yang mencakup pengobatan, dapur umum, serta layanan informasi dan pendataan warga terdampak.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|