Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal

16 hours ago 3

Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik

Harianjogja.com, BANGKOK—Perkembangan terbaru terungkap dari tragedi kapal berbendera Thailand, Mayuree Naree, yang dihantam rudal di Selat Hormuz. Otoritas Thailand mengonfirmasi temuan potongan tubuh manusia di dalam bangkai kapal saat operasi pencarian lanjutan.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut temuan tersebut didapat pada Jumat (3/4/2026) ketika tim penyelamat menyisir area kapal yang mengalami kerusakan paling parah. Proses pencarian dilakukan oleh tim khusus yang disewa perusahaan pelayaran Precious Shipping.

Meski demikian, identitas potongan jenazah tersebut belum dapat dipastikan. Pemerintah Thailand menegaskan diperlukan pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan apakah bagian tubuh itu merupakan kru yang sebelumnya dinyatakan hilang.

“Kementerian menyatakan duka cita yang mendalam atas perkembangan tersebut,” demikian pernyataan resmi Kemlu Thailand.

Informasi ini juga telah disampaikan kepada keluarga tiga awak kapal asal Thailand yang hingga kini belum ditemukan sejak insiden terjadi.

Untuk mempercepat proses identifikasi, Thailand kini berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Iran. Kerja sama lintas negara ini diharapkan membantu proses autopsi serta pencocokan data korban.

Insiden yang menimpa kapal Mayuree Naree terjadi pada 11 Maret 2026 saat melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju India dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dengan membawa 23 awak berkebangsaan Thailand.

Serangan rudal menyebabkan kebakaran hebat serta banjir di ruang mesin. Dalam kondisi darurat tersebut, Angkatan Laut Oman berhasil mengevakuasi 20 awak kapal yang selamat.

Namun, tiga kru yang saat kejadian berada di ruang mesin dilaporkan hilang. Temuan potongan jenazah dalam operasi tahap kedua ini menjadi petunjuk awal atas nasib mereka.

Pemerintah Thailand juga kembali menyoroti situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Bangkok mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi demi menjaga keselamatan pelayaran sipil sesuai hukum internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|