Prabowo mencari unit khusus militer untuk atasi kebakaran hutan yang sulit dijangkau.
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menyiapkan tim khusus guna menjangkau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan yang sulit diakses personel darat. Instruksi ini disampaikan langsung saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, Senin.
"Saya ingin bertanya kepada Panglima TNI, bisakah kita melakukan uji coba pengerahan Tim Alfa di sini juga?" ujar Prabowo, merujuk pada unit taktis khusus militer. Langkah ini diambil untuk memperkuat upaya pemadaman di titik-titik api yang secara geografis tidak dapat dijangkau oleh regu darat konvensional.
Tambahan Helikopter dan Alat Berat
Untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara, Prabowo juga meminta penambahan helikopter water bombing di Sumatera Selatan. Ia menginstruksikan agar helikopter TNI yang tersedia segera dikerahkan untuk membantu upaya pemadaman. Selain operasi udara, pemerintah juga menyiapkan dukungan darat berupa 20 unit ekskavator untuk memperkuat kanal, serta 500 unit pompa dan selang untuk menyuplai air dari sumur.
Prabowo menegaskan bahwa seluruh bantuan harus diarahkan untuk mempercepat upaya pemadaman di area yang masih terbakar. Ia juga mendesak para personel di lapangan untuk segera melaporkan setiap kendala yang dihadapi agar pemerintah dapat memberikan bantuan tambahan dengan cepat. "Mari kita berupaya untuk segera memadamkan 1.900 hektare lahan yang saat ini masih terbakar," tegasnya.
Kesiapan TNI dan Prediksi BNPB
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan kesiapannya untuk menyiapkan tim khusus tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim dapat mencakup unit terjun bebas, paramotor, dan fast-roping untuk mencapai medan yang tidak dapat diakses oleh pasukan darat reguler.
Indonesia tengah meningkatkan upaya untuk memerangi kebakaran hutan di beberapa wilayah di tengah fenomena El Niño yang kuat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan akan mencapai puncaknya antara Agustus dan September 2026. Pemerintah telah menetapkan enam provinsi sebagai prioritas dalam operasi pemadaman, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
4

















































