Projo Klarifikasi Pernyataan Viral Budi Arie tentang 'Percepatan Politik', Begini Penjelasannya

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik menegaskan, pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang viral mengenai kemungkinan terjadinya 'percepatan politik' sebelum 2029 merupakan bagian dari diskusi internal bersama relawan dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, hal tersebut adalah pandangan pribadi Budi Arie sebagai pribadi bukan manuver atau sikap dari Projo.

Freddy mengatakan, pernyataan tersebut tidak dapat dipisahkan dari konteks pertemuan Jokowi dengan para relawan. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga bulan untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan kebangsaan.

"Jadi kan pertemuan Pak Jokowi dengan relawan itu rutin, disepakati memang sekali tiga bulan. Nah, jadi ya persis seperti di rilis itu, kali ini temanya ya karena dalam bulan kemerdekaan. Tapi intinya dalam setiap pertemuan itu diskusi, tukar pikiran, relawan-relawan kasih masukan, kasih informasi, diskusi lah, tukar pikiran," kata Freddy.

Ia menjelaskan, dalam forum tersebut para relawan terlebih dahulu menyampaikan pandangan masing-masing. Jokowi kemudian memberikan tanggapan setelah seluruh peserta menyampaikan pendapatnya.

"Nanti terakhir Pak Jokowi baru menyampaikan, setelah relawan-relawan semua bicara baru dia menanggapi, kasih pernyataan. Begitu konteks pertemuannya itu seperti itu," ujarnya.

Menurut Freddy, pernyataan Budi Arie yang kemudian menjadi perhatian publik merupakan salah satu pandangan yang disampaikan dalam forum tersebut. Ia menegaskan, pernyataan itu merupakan pandangan pribadi Budi Arie, bukan keputusan atau sikap politik resmi Projo.

"Nah, itu pernyataan Budi Arie itu ya bagian dari diskusi. Itu pandangan dia melihat kondisi politik saat ini, ya kan," kata Freddy.

Freddy mengatakan, saat itu Budi Arie tengah merespons dinamika politik yang berkembang, termasuk munculnya berbagai aksi demonstrasi di sejumlah daerah. "Nah, itu sama aja dengan pendapat atau pandangan relawan lainnya. Cuma itu yang viral ya karena Budi Arie-nya kan gitu lah," ujarnya.

Selain itu, Freddy juga membantah anggapan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan percepatan politik tersebut merupakan tanda adanya manuver politik dari Projo maupun relawan Jokowi.

Ia menjelaskan, Budi Arie hanya mengajak para relawan memikirkan berbagai kemungkinan apabila terjadi perubahan situasi politik di luar skenario normal Pemilu 2029.

"Pandangan pribadi. Jadi setiap orang berhak bicara di situ, kasih masukan," kata Freddy.

Ia mengatakan, Budi Arie mengajak para relawan tidak hanya berpikir secara normatif mengenai agenda politik 2029, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan apabila terjadi perubahan situasi.

"Terus ya Budi Arie berpikiran misalnya dia berusaha mengajak teman-teman juga berpikir dengan situasi sekarang ini, jangan berpikirnya jangan normatif saja. Coba kita pikirkan bagaimana kalau terjadi percepatan dengan situasi saat ini. Kita harus selalu juga memikirkan atau siap-siap jika terjadi situasi-situasi seperti itu," katanya.

Freddy menyebut istilah "patahan sejarah" yang disampaikan Budi Arie sebagai bagian dari pembahasan mengenai kemungkinan perubahan situasi politik tersebut.

"Bukan maksudnya apa namanya relawan atau pendukung Pak Jokowi atau Projo apa namanya seperti narasi-narasi yang menyesatkan itu, apa namanya memprovokasi untuk terjadinya percepatan itu, bukan. Cuma mengajak berpikir kalau terjadi percepatan itu bagaimana, ayo kita pikirkan itu bersama-sama. Jangan normatif saja berpikirnya hanya 2029 gitu," kata Freddy.

Di tengah munculnya isu tersebut, Freddy memastikan sikap politik resmi Projo terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak berubah.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|