PSIM Jogja dan Persiku Gunakan SSA, Renovasi Stadion Dikebut

5 hours ago 4

PSIM Jogja dan Persiku Gunakan SSA, Renovasi Stadion Dikebut

Stadion Sultan Agung Bantul - Antara/Pemkab Bantul

Harianjogja.com, BANTUL—Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul mulai menjalani proses renovasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi sepak bola nasional musim 2026/2027. Pembenahan stadion dilakukan setelah dua klub profesional, yakni PSIM Jogja dan Persiku Kudus, menyatakan kesiapannya menggunakan SSA sebagai kandang pada musim depan.

Langkah renovasi ini menjadi kabar penting bagi pecinta sepak bola DIY. Pasalnya, PSIM Jogja akan menjalani musim pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah promosi ke Super League. Di sisi lain, Persiku Kudus juga membutuhkan stadion representatif untuk mengarungi kompetisi Championship.

Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Bantul, Titik Zubaidah, mengatakan hingga saat ini kedua klub telah mendapatkan persetujuan untuk menggunakan SSA sebagai markas pertandingan. Meski demikian, masih diperlukan koordinasi lanjutan terkait pembagian jadwal serta pengaturan hak dan kewajiban masing-masing klub selama menggunakan stadion yang sama.

"Karena jika dalam satu stadion ada dua klub yang memakai paling tidak harus ada koordinasi terkait jadwal serta hak dan kewajiban masing-masing," kata Titik, Jumat (10/7/2026).

Menurut dia, potensi benturan jadwal pertandingan tetap terbuka mengingat kedua klub akan berkompetisi dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun, apabila terjadi tabrakan jadwal pertandingan kandang, Persiku Kudus kemungkinan harus mencari stadion alternatif.

Pertimbangan tersebut diambil karena PSIM Jogja lebih dahulu mengajukan SSA sebagai kandang resmi untuk musim kompetisi mendatang.

Meski demikian, persoalan jadwal masih menunggu keputusan operator kompetisi. Hingga kini, penyelenggara liga baru merilis kalender umum kompetisi. Super League dijadwalkan berlangsung mulai 4 September 2026 hingga 5 Juni 2027, sedangkan Championship bergulir pada 18 September 2026 sampai 9 Mei 2027.

"Kemarin pas Persiku mengajukan SSA sebagai kandang Pak Kadis juga menyetujui tapi harus dikoordinasikan lagi dengan PSIM Jogja. Soal jadwal kan liga yang mengatur, tapi seandainya berbenturan nanti Persiku yang akan mencari lapangan yang lain. Memang secara tertulis kami belum memutuskan semuanya, masih harus ditata," ujar Titik.

Selain kesiapan operasional stadion, perhatian utama kini tertuju pada proses renovasi yang tengah berlangsung. Operator Super League diketahui meningkatkan standar kelayakan stadion untuk musim depan. Karena itu, sejumlah fasilitas di SSA harus ditingkatkan agar memenuhi persyaratan terbaru.

Renovasi tahap awal mulai dikerjakan pada 10 Juli 2026. Fokus pekerjaan meliputi peningkatan pencahayaan stadion dan penambahan kursi tunggal atau single seat.

Saat ini SSA baru memiliki sekitar 420 kursi tunggal. Jumlah tersebut akan ditambah secara signifikan hingga mencapai sekitar 5.000 unit. Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan penonton sekaligus memenuhi standar stadion modern yang diterapkan kompetisi profesional.

Tidak hanya itu, kualitas pencahayaan stadion juga akan ditingkatkan. Intensitas lampu yang sebelumnya berada di angka 12.500 lux akan ditambah menjadi 16.000 lux agar sesuai kebutuhan pertandingan malam hari dan standar siaran televisi.

"Rencananya mulai hari ini dikerjakan untuk tahap 1," kata Titik.

Seluruh biaya renovasi tersebut ditanggung oleh PSIM Jogja. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan target awal pemasangan kursi dan peningkatan pencahayaan berlangsung hingga 20 Juli mendatang.

"Nanti dikerjakan mulai 10 Juli sampai 20 Juli untuk pemasangan kursi tahap 1 dan penambahan lux lampu stadion," pungkasnya.

Dengan renovasi yang tengah berjalan, SSA Bantul diproyeksikan menjadi salah satu stadion paling sibuk di DIY pada musim depan. Kehadiran PSIM di Super League dan Persiku di Championship juga diharapkan mampu meningkatkan gairah sepak bola sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan stadion.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|