Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di DIY: Jalur Tempel dan Tol Padat

1 hour ago 1

 Jalur Tempel dan Tol Padat Gerbang Tol Purwomartani, Tol Jogja/Solo, di Sleman, DIY. / ist

Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang keberangkatan pemudik yang meninggalkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menunjukkan eskalasi tajam pada momen arus balik Lebaran 2026.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY melalui pemutakhiran data per 23 Maret 2026 mengungkapkan bahwa intensitas pergerakan di berbagai pintu keluar utama mulai melampaui volume kedatangan, yang menjadi sinyal kuat bahwa fase tersibuk bagi para pelancong telah tiba.

Secara mendetail, moda transportasi roda dua masih memegang porsi terbesar dalam mobilitas massa kali ini. Tercatat sebanyak 98.843 unit sepeda motor telah bergerak keluar dari Bumi Mataram, sementara volume kendaraan yang masuk berada di angka 140.248 unit.

Untuk sektor kendaraan roda empat pribadi, tercatat sebanyak 64.547 unit mobil mulai melakukan perjalanan balik, berbanding terbalik dengan angka kedatangan yang mencapai 76.047 unit.

Kenaikan aktivitas juga merambah pada sektor transportasi massal dan distribusi barang di tengah arus balik Lebaran 2026. Data menunjukkan setidaknya 7.775 unit bus telah meluncur meninggalkan DIY, sedangkan bus yang masuk mencapai 9.607 unit.

Pada sisi logistik, pergerakan truk tercatat sebanyak 5.963 unit keluar dan 6.741 unit masuk, yang menggambarkan betapa dinamisnya alur distribusi di gerbang perbatasan sisi utara serta timur.

Titik Rawan Macet

Titik rawan kemacetan di sisi utara, tepatnya di pos Krasak Tempel, kini menjadi sorotan utama lantaran arus kendaraan keluar menembus 57.550 unit, mengungguli arus masuk yang tercatat 55.885 unit.

Berpindah ke area timur, kawasan Prambanan membukukan 39.676 kendaraan masuk dan 25.294 kendaraan keluar. Di sisi lain, titik Kikis Joholanang masih mencatat dominasi arus masuk sebanyak 44.959 unit dengan angka keberangkatan sebesar 24.901 unit.

Fasilitas infrastruktur baru berupa Tol Purwomartani juga mulai menunjukkan peran vitalnya dengan mencatat 17.357 kendaraan keluar tanpa adanya arus masuk pada periode pengamatan tersebut.

Kondisi berbeda terlihat di jalur Samudra Raksa Kalibawang dengan 20.870 kendaraan masuk dan 9.953 keluar, serta jalur Temon Congot Daendels di wilayah barat yang mencatat 22.186 kendaraan masuk berbanding 8.765 unit yang keluar.

Namun, tren perpindahan massa yang lebih masif terlihat di jalur Temon PJR Purworejo, di mana 4.817 kendaraan telah bertolak meninggalkan Yogyakarta.

Pergerakan di zona selatan yang mencakup wilayah Kabupaten Gunungkidul terpantau mengalami tren fluktuatif yang signifikan menuju berakhirnya masa liburan. Di area Gedangsari, angka kendaraan keluar mencapai 17.793 unit, sedikit lebih tinggi dari arus masuk sebanyak 16.997 unit.

Sementara itu, jalur Semin mencatat angka yang cukup kompetitif yakni 15.762 masuk dan 15.085 keluar, diikuti jalur Rongkop dengan 13.208 masuk serta 12.970 keluar, yang semuanya menjadi indikator bahwa masa puncak arus balik Lebaran 2026 masih akan terus berlanjut hingga beberapa hari mendatang seiring kembalinya masyarakat ke daerah asal.

Oleh karena itu, para pengguna jalan diharapkan terus memantau kondisi fisik serta memperbarui informasi lalu lintas agar terhindar dari penumpukan volume kendaraan di jalur-jalur favorit selama perjalanan pulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|