Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan saat ini berdasarkan laporan World Bank, Indonesia masih tertinggal dalam aspek regulasi kesiapan bisnis dibandingkan Singapura, Vietnam, dan Filipina. Menurut Luhut waktu yang dibutuhkan untuk mendaftarkan perusahaan asing, Indonesia mencapai 65 hari dibandingkan dengan standar terbaik dunia yang hanya beberapa hari saja.
"Proses penyelesaian sengketa bisnis di pengadilan bahkan bisa memakan waktu hingga 150 hari. Ini semua adalah tantangan yang harus kita jawab dengan aksi nyata," ungkap Luhut dikutip dalam akun Instagram @luhut.pandjaitan, Rabu (26/3/2025).
Menurut Luhut, saat dia bertemu dengan pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), regulasi masih menjadi hambatan utama dalam dunia usaha. Dikatakan dia, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung agar deregulasi dilakukan terhadap aturan yang tidak tepat dan justru membebani pelaku usaha.
Luhut bilang komitmen ini bukan sekadar wacana, karena Prabowo sendiri berencana bertemu langsung dengan investor dan analis pasar modal untuk memastikan iklim investasi kita semakin sehat dan kompetitif.
"Saya juga telah bersepakat dengan Menko Perekonomian untuk mencari solusi konkret terhadap berbagai kendala regulasi. Tidak boleh ada lagi kebijakan yang hanya hangat di awal tetapi lemah dalam implementasi," tuturnya.
"Pendekatan "fire and forget" harus kita tinggalkan. Oleh karena itu, saya ingin memastikan bahwa proses deregulasi kali ini benar-benar berjalan dan menghasilkan perubahan nyata," imbuhnya.
Untuk itu, Luhut telah meminta Apindo untuk membantu DEN dalam menyusun daftar regulasi yang dirasa tumpang tindih, berbelit-belit, atau membebani. Kata Luhut, mulai dari percepatan perizinan dasar hingga tingginya biaya sertifikasi, semuanya harus dibenahi. Pemerintah tidak ingin momentum ini terbuang percuma.
"Kita ingin duduk bersama, mendengar, dan bergerak bersama untuk memperbaiki iklim usaha di Indonesia," sebut Luhut.
Luhut menyatakan setelah libur Idulfitri, dia akan langsung melaporkan hasil pertemuan ini kepada Prabowo untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
"Memang ini baru langkah awal, namun saya berkomitmen untuk terus mengawal proses ini demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terbuka, efisien, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.
(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Pengusaha Beberkan Fakta Sektor Properti Saat Ekonomi Bergejolak
Next Article Video: Menjadi Ketua DEN, Ini Tugas Yang Akan Diemban Luhut