Ribuan Perantau Tiba di Terminal Semin Gunungkidul, Disambut Bupati

7 hours ago 1

Ribuan Perantau Tiba di Terminal Semin Gunungkidul, Disambut Bupati Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntaringsih saat berfoto bareng bersama pemudik di Terminal Semin di Kapanewon Semin, Minggu (15/3). - istimewa Humas Pemkab Gunungkidul.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti Terminal Semin, Kabupaten Gunungkidul, saat ribuan perantau tiba di kampung halaman pada Minggu (15/3/2026) malam.

Kepulangan massal ini merupakan bagian dari program mudik bareng yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) untuk memfasilitasi warga yang ingin merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.

Tercatat sebanyak 1.570 orang diangkut menggunakan 31 armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari berbagai wilayah perantauan.

Kedatangan para pemudik ini disambut langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih, yang hadir memberikan ucapan selamat datang sekaligus pesan kerukunan bagi warga Bumi Handayani.

“Selamat datang bagi para pemudik. Mudah-mudahan bisa merayakan Idulfitri dengan lancar dan ikut serta untuk menjaga kerukunan umat beragama di Gunungkidul,” ujar Endah Subekti atau yang akrab disapa Mbak Endah, Senin (16/3/2026).

Pemilihan Terminal Semin sebagai lokasi pusat penyambutan, alih-alih Terminal Dhaksinarga Wonosari, didasari oleh status pengelolaan aset daerah.

Bupati menjelaskan bahwa Terminal Semin merupakan aset yang dimiliki dan dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, sehingga koordinasi pelaksanaan kegiatan daerah lebih optimal dilakukan di lokasi tersebut.

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada pengurus IKG atas semangat gotong royong yang konsisten memfasilitasi para perantau setiap tahunnya.

Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Irawan Jatmiko, menambahkan bahwa program mudik kolektif ini sangat efektif dalam mengurangi beban kepadatan lalu lintas serta menjamin faktor keselamatan penumpang dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Ketua IKG, Suyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini murni lahir dari kepedulian antarsesama perantau asal Gunungkidul. Selain program mudik, IKG juga aktif dalam berbagai aksi sosial kemanusiaan sepanjang tahun, menjadikan organisasi ini sebagai wadah perekat silaturahmi bagi warga yang mengadu nasib di luar daerah namun tetap ingin berkontribusi bagi tanah kelahiran.

“Bagi IKG kegiatan sosial merupakan prioritas yang utama untuk membantu sesama warga Gunungkidul,” katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|