Rumah Zakat Ikuti Pelatihan Inklusi dan Safeguarding Demi Memperkuat Layanan Kemanusiaan

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SIBOLGA -- Rumah Zakat terus menunjukkan komitmennya menghadirkan layanan kemanusiaan yang aman, inklusif, dan responsif bagi semua kalangan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mengikuti pelatihan inklusi, safeguarding, dan mekanisme umpan balik yang diselenggarakan Yakkum Emergency Unit di Hotel Wisata Indah.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari kelompok berisiko, pemerintah, hingga aktor kemanusiaan. Melalui pelatihan ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya pendekatan inklusif dalam setiap program kemanusiaan.

Dalam pelatihan ini ditekankan, kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat prasejahtera tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat. Mereka juga memiliki hak terlibat aktif dalam menyampaikan kebutuhan, pendapat, hingga ikut serta dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu, pendekatan ini dinilai penting agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, setiap intervensi yang dilakukan dapat memberikan dampak yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Tidak hanya fokus pada inklusi, pelatihan ini juga memperkuat pemahaman terkait safeguarding. Prinsip ini bertujuan mencegah berbagai risiko seperti kekerasan, eksploitasi, dan penyalahgunaan dalam kegiatan kemanusiaan.

Di sisi lain, peserta dibekali dengan pentingnya membangun mekanisme umpan balik yang aman dan mudah diakses. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran, maupun aspirasi secara terbuka dan tanpa rasa takut.

Sebagai referensi standar global, prinsip-prinsip ini juga sejalan dengan pedoman dari Sphere Association yang banyak digunakan dalam praktik kemanusiaan internasional.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, Rumah Zakat dalam keterangan Rabu (22/4/2026), berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, pendekatan inklusif dan sistem perlindungan yang kuat juga diharapkan mampu menciptakan program yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, dengan membuka ruang bagi semua suara, layanan kemanusiaan tidak hanya menjadi lebih adil, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|