Runtuhnya Keangkuhan, Sebuah Pertanda Era AS-Israel akan Berakhir

2 hours ago 1

Sebuah proyektil dari Iran menuju Israel melintasi langit di atas kota Nablus, Tepi Barat, 11 Maret 2026.

Oleh : Buya Anwar Abbas*)

Puluhan tahun rakyat Palestina disiksa oleh israel. Rumah mereka dirampas dan mereka diusir dari tanah kelahiran mereka sendiri.

Bangsa Palestina mencoba untuk melawan, tetapi sering kali tidak berdaya lantaran senjata musuh jauh lebih canggih dan mematikan.

Semula, mereka berharap pada Hamas sebagai salah satu kelompok pejuang Palestina yang paling revolusioner. Hamas diharapkan akan bisa membawa mereka keluar dari penjajahan Israel.

Namun, akhirnya kelompok militan ini pun tidak bisa berkutik karena kalah disebabkan lemahnya persenjataan yang mereka miliki. Jalur Gaza, yang merupakan pangkalan perlawanan Hamas, hancur, rata dengan tanah, akibat operasi militer dan genosida yang dilakukan Israel.

Siapa sangka, kini situasi menjadi berbalik.

Luapan emosi rakyat Palestina terlepaskan bukan oleh negara-negara Arab tetangga mereka yang terdekat, seperti Mesir, Yordania, Arab Saudi, dan beberapa negara Teluk.

Justru, Iran-lah yang hadir. Negara republik Islam ini, yang dianggap "tidak ada apa-apanya" oleh Benjamin Netanyahu dan Donald Trump.

Faktanya, Iran mengamuk usai diserang terlebih dahulu oleh aliansi Israel-Amerika Serikat. Lebih-lebih, begitu pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, syahid usai dijatuhi serangan misil duo negara agresor tersebut.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|