Satu Jenazah ABK Pembawa Jurnalis Terkonfirmasi, Polisi Belum Bisa Pastikan Nasib Korban Lain

3 hours ago 3

Keluarga jurnalis yang hilang saat meliput erupsi gunung krakatau mengikuti doa bersama dan solidaritas di Hall dewan pers, Jakarta, Senin (21/9/2026). Doa bersama tersebut digelar untuk memohon pertolongan dan mukjizat bagi lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan anak buah kapal (ABK) speed boat Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda pada Selasa (8/9/2026). Jenazah yang ditemukan pada Sabtu (12/9/2026) itu dipastikan Surakman, ABK Arupadhatu 1.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, jenazah Surakman ditemukan pada hari kelima operasi SAR dilakukan. Namun, ketika itu polisi tidak bisa langsung memastikan identitas jenazah, mengingat tidak ada tanda pengenal saat korban ditemukan di Pulau Enggano. Bahkan, warga setempat dilaporkan telah menguburkan jenazah karena tidak ada yang merasa kehilangan.

"Itu ditemukan pada tanggal hari kelima (operasi SAR). Ya, hasilnya memang membutuhkan waktu, tes DNA itu paling tidak seminggu sampai 10 hari," kata dia saat konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Hengki menyatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk melakukan identifikasi ketika menerima laporan penemuan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano. Karenanya, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk dilakukan identifikasi.

Menurut dia, sejak awal polisi tidak mau buru-buru memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan korban hilang dalam kapal Arupadhatu 1. Pasalnya, dibutuhkan waktu paling tidak sepekan untuk memastikan identitas jenazah. Alhasil, hingga operasi SAR dihentikan pada Kamis (17/9/2026), identitas jenazah masih belum diketahui.

Ia mengaku baru menerima hasil identifikasi tersebut pada Selasa (22/9/2026) malam. Setelah dipastikan jenazah merupakan ABK Arupadhatu, baru polisi mengumumkan kepada publik.

"Jadi bukan lama, bukan terlambat. Kami memastikan pemeriksaan DNA berjalan dengan baik, menghasilkan kejelasan, identifikasinya, sehingga hari ini kita sampaikan dengan rekan-rekan media," kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|