Serangan Udara Israel Guncang Lebanon, Puluhan Wilayah Dihantam

1 hour ago 1

Serangan Udara Israel Guncang Lebanon, Puluhan Wilayah Dihantam

FOTO ILUSTRASI. Orang-orang membersihkan puing-puing bangunan yang rusak setelah serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, 11 Oktober 2024. – ist/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah serangkaian serangan udara Israel menghantam puluhan wilayah di Lebanon. Serangan yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) tersebut menargetkan kawasan padat penduduk di bagian selatan hingga timur negara itu.

Sumber militer Lebanon menyebutkan bahwa sedikitnya 28 lokasi menjadi sasaran, terdiri dari 27 permukiman di Lebanon selatan dan satu wilayah di bagian timur. Selain serangan udara, sekitar 20 permukiman lainnya juga dilaporkan terkena gempuran artileri.

"Pada Selasa, pesawat musuh menyerang 27 permukiman di Lebanon selatan dan satu wilayah berpenduduk di timur negara itu," ujar sumber tersebut.

Korban Jiwa Bertambah, Warga Sipil Terdampak

Serangan yang menyasar wilayah seperti Nabatieh, Jibshit, dan Kfardounin menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil. Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka.

Tidak hanya itu, dua petugas penyelamat juga dilaporkan tewas saat menjalankan tugas di wilayah selatan akibat serangan udara lanjutan.

Serangan lain yang menargetkan kendaraan di dekat Jiyeh, sekitar 25 kilometer selatan Beirut, juga menewaskan dua orang. Salah satu kendaraan tersebut disebut tengah mengangkut bantuan makanan bagi warga yang mengungsi dari wilayah konflik.

Infrastruktur Rusak, Permukiman Hancur

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga dilaporkan cukup parah. Di wilayah perbatasan seperti Khiam dan Deir Mimas, sejumlah bangunan tempat tinggal dihancurkan menggunakan bahan peledak.

Serangan ini memperparah kondisi warga yang sebelumnya sudah terdampak konflik berkepanjangan. Banyak keluarga terpaksa mengungsi akibat meningkatnya intensitas serangan.

Data Terbaru Korban Konflik

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, total korban sejak eskalasi konflik meningkat pada awal Maret 2026 terus bertambah signifikan.

Tercatat sebanyak 2.882 orang meninggal dunia, sementara 8.768 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Angka ini menunjukkan dampak serius dari konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.

Ketegangan Timur Tengah Kian Meningkat

Serangan terbaru ini menambah panjang daftar eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Israel dan kelompok di Lebanon selatan terus meningkat, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.

Sejumlah pengamat menilai situasi ini berpotensi semakin memburuk jika tidak ada upaya diplomasi yang efektif dalam waktu dekat.

Krisis Kemanusiaan Mengintai

Dengan meningkatnya jumlah korban dan kerusakan infrastruktur, ancaman krisis kemanusiaan di Lebanon semakin nyata. Kebutuhan bantuan medis, logistik, dan tempat tinggal bagi pengungsi terus meningkat.

Di tengah situasi ini, masyarakat internasional diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk meredakan konflik dan memastikan perlindungan bagi warga sipil.

Konflik yang terus berlanjut tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memperbesar risiko krisis kemanusiaan yang lebih luas di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|