Setelah Ancaman Boikot ChatGPT, Giliran Google Gemini Masuk ke Pentagon

4 hours ago 1

Sebuah gambar ilustrasi menunjukkan telepon seluler yang menampilkan logo Open AI dan Chat GPT dari Microsoft Corporation di atas layar yang menampilkan huruf Google Gemini, di Los Angeles, AS, 11 September 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Google meluncurkan agen Al Gemini untuk lebih dari 3 juta pegawai sipil dan militer Departemen Pertahanan AS, menurut Bloomberg. Agen Al ini awalnya akan beroperasi pada jaringan yang tidak bersifat rahasia, namun pembicaraan sedang berlangsung untuk memperluasnya ke jaringan terklasifikasi dan sangat rahasia.

Wakil Menteri Pertahanan untuk Penelitian dan Rekayasa AS, Emil Michael, mengatakan delapan agen yang sudah dibuat sebelumnya akan membantu otomatisasi tugas seperti merangkum catatan rapat, menyusun anggaran, dan memeriksa kesesuaian tindakan yang diusulkan terhadap strategi pertahanan nasional. Wakil Presiden Google, Jim Kelly, mengungkapkan bahwa pegawai Departemen Pertahanan juga dapat membuat agen khusus menggunakan bahasa alami. Dengan begitu, memungkinkan penyesuaian Al berdasarkan kebutuhan masing-masing unit, demikian seperti dilansir laman Engadget, Rabu (11/3/2026).

Sejak Desember 2025, chatbot Al Google yang tersedia melalui portal GenAl.mil telah digunakan oleh 1,2 juta pegawai Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk pekerjaan yang tidak bersifat rahasia. Hingga kini, pegawai telah menjalankan 40 juta prompt unik dan mengunggah lebih dari 4 juta dokumen.

Namun, pelatihan Al belum sejalan dengan tingkat adopsi ini, karena baru 26 ribu pegawai yang menyelesaikan pelatihan. Meski begitu, sesi pelatihan berikutnya sudah penuh, menunjukkan peningkatan minat terhadap teknologi ini.

Ekspansi ini terjadi di tengah upaya Pentagon memperluas kemitraan Al, setelah Anthropic menolak penggunaan Claude-nya untuk pengawasan massal terhadap warga AS atau dalam sistem otonom senjata. Pentagon kemudian mengklasifikasikan perusahaan Al tersebut sebagai risiko rantai pasokan keamanan nasional.

Sekitar 900 karyawan Google dan 100 karyawan OpenAl telah menandatangani surat terbuka yang mendesak perusahaan mereka untuk tetap teguh pada kebijakan etis. Google diam-diam mengubah prinsip Al-nya mengenai penggunaan spesifik ini pada awal Februari.

Departemen Pertahanan sejak itu telah membuat kesepakatan dengan OpenAl dan xAI untuk jaringan terbatas. Google sendiri menghadapi reaksi internal atas pekerjaan Pentagon pada 2018 ketika ribuan karyawan memprotes Proyek Maven, sebuah program yang menggunakan Al untuk menganalisis umpan video drone.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|