Setoran PNBP Februari 2026 Turun 11% Jadi Rp 68 T, Ini Penyebabnya

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Setoran penerimaan negara bukan pajak atau PNBP baru mencapai Rp68 triliun per akhir Februari 2026. Turun sekitar 11,4% dibanding capaian periode yang sama tahun lalu Rp76,7 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, melorotnya PNBP itu masih tak terlepas dari efek hilangnya setoran dividen BUMN ke negara, karena sudah dialihkan ke BPI Danantara.

"Tahun lalu dividen BUMN masih masuk sedikit ke dalam APBN," kata Suahasil saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Selain karena setoran dividen yang hilang hingga membuat pendapatan negara dari sisi kekayaan negara dipisahkan atau KND memerah, turunnya PNBP juga disebabkan setoran SDA Migas turun.

SDA Migas hanya terkumpul Rp 11,1 triliun atau terkontraksi 36,3%, karena ada penurunan harga minyak mentah Indonesia atau ICP dan lifting minyak bumi, maupun akibat perubahan split bagi hasil untuk K3S Pertamina Hulu Energi Rokan.

Adapun untuk setoran PNBP lainnya justru meroket, mencapai Rp 23 triliun. Begitu juga dengan setoran SDA Nonmigas yang sebesar Rp 22,2 triliun.

Penerimaan dari sisi SDA Nonmigas ini ditopang oleh kenaikan setoran SDA minerba sebesar 18,8% karena kenaikan tarif PNBP mineral dan meningkatnya harga mineral acuan untuk komoditas emas, tembaga, nikel, dan perak, meski produksi batu bara lebih rendah 10,5% secara tahunan.

Sementara itu, untuk PNBP dari sisi setoran badan layanan umum atau BLU, nilai Rp 11,6 triliun, tumbuh 37,7% didukung peningkatan jasa layanan rumah sakit serta kenaikan tarif pungutan ekspor CPO dan turunannya.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|