Siaga 1 Perang Timur Tengah Melebar, AS Ancam Rusia karena Iran

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang terjadi di Timur Tengah membawa eskalasi baru. Amerika Serikat (AS) mengancam Rusia, soal keterlibatan intelijennya dalam perang.

Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak akan "senang" jika Rusia berbagi intelijen dengan Iran selama perang Timur Tengah, Selasa waktu setempat. Sebelumnya, Washington Post melaporkan pada hari Jumat bahwa Moskow telah memberikan intelijen sensitif kepada Teheran, termasuk lokasi kapal perang dan pesawat AS di wilayah tersebut.

"Presiden dan utusan khususnya (Steve) Witkoff sama-sama mengatakan bahwa, tentu saja, mereka telah mengirim pesan kepada Rusia bahwa jika hal itu terjadi, itu bukanlah sesuatu yang akan mereka sukai dan mereka berharap hal itu tidak terjadi," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah konferensi pers, dikutip AFP, Rabu (11/3/2026).

Sementara itu, Witkoff, seorang pengusaha yang telah memimpin pembicaraan AS dengan Rusia dan Iran dalam beberapa bulan terakhir, mengatakan Rusia harus dipercaya ketika mereka membantah berbagi intelijen dengan Teheran. Pernyataan tersebut diyakini keluar untuk tak memperlebar panasnya situasi.

"Saya bukan petugas intelijen, jadi saya tidak bisa memberi tahu Anda," kata Witkoff kepada CNBC Internastional.

"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa kemarin dalam panggilan telepon dengan presiden, Rusia mengatakan bahwa mereka belum berbagi. Itulah yang mereka katakan. Jadi, kita dapat mempercayai perkataan mereka," tegasnya.

Senin, Rusia menolak mengatakan apakah AS telah memperingatkannya agar tidak berbagi intelijen dengan Iran. Rusia adalah sekutu dekat Iran, dengan keduanya sepakat tahun lalu untuk saling membantu melawan "ancaman bersama".

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|