REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim dalam memohon pertolongan dan berharap kepada Allah SWT. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da' wa ad-Dawa mengingatkan, sikap tergesa-gesa dalam menanti terkabulnya doa justru dapat menjadi salah satu sebab terhalangnya doa. Rasulullah SAW dalam sabdanya menjelaskan apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdoa.
Dalam Ad-Da' wa ad-Dawa diterangkan bahwa salah satu hal yang dapat menggagalkan doa adalah sikap tergesa-gesa dalam menanti terkabulnya doa. Ketika doa yang dipanjatkan belum juga mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan, seseorang bisa merasa bahwa doanya terlalu lama untuk dikabulkan. Perasaan tersebut kemudian menimbulkan kecemasan dan pada akhirnya membuatnya berhenti berdoa.
Kondisi itu dapat diibaratkan seperti seorang petani yang menanam benih. Pada awalnya, ia merawat tanaman dengan penuh perhatian dan rutin menyiraminya. Namun, ketika pertumbuhannya berjalan lambat dan hasilnya belum sesuai harapan, ia mulai kehilangan kesabaran. Tanaman itu kemudian ditinggalkan dan tidak lagi dirawat. Akibatnya, bukan hasil panen yang baik yang diperoleh, melainkan kegagalan.

2 hours ago
2
















































